Home Palembang Asosiasi Pempek Minta Penerapan Pajak Hanya untuk Makan di Tempat Saja

Asosiasi Pempek Minta Penerapan Pajak Hanya untuk Makan di Tempat Saja

0

PALEMBANG, PE — Terkait aturan pajak yang dikenakan pada rumah makan dan kedai pempek oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, ditanggapi Ketua Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang, Yeni Anggraini. Menurut dia, penerapan pajak restoran sudah lama ada yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang tahun 2002 tentang pajak restoran, dengan besaran pajak restoran 10 persen.

“Mungkin perlu disosialisasikan lagi jika memungkinkan dari pihak pemerintah memasang spanduk atau banner di resto-resto, sehingga konsumen paham karena pajak resto itu dibebankan kepada konsumen otomatis kami dari pihak pelaku usaha resto utamanya resto pempek menambahkan 10 persen lagi dari total pembelanjaan konsumen,” terang Yeni.

Masih kata Yeni, Pemkot Palembang dalam hal ini Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) juga perlu melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada pelaku usaha tempat makan yang ada di Kota Palembang. “Untuk lebih efektif kita para pemilik resto ini dikumpulkan dan diberi sosialisasi atau diskusi tanya jawab terlebih dahulu kemudian baru pihak BPPD turun ke lapangan,” bebernya.

Hal ini perlu dilakukan kata Yeni agar para pelaku lebih memahami bila ada pertanyaan dari konsumen terkait penerapan pajak ini. Ia juga berharap penerapan pajak ini hanya diberlakukan bagi konsumen yang makan di tempat saja, sebelum diterapkan untuk pemesanan oleh-oleh.

“Untuk yang makan di tempat saja, kalau bisa untuk oleh-oleh jangan dululah apalagi kita mau menaikkan tingkat wisatawan yang berkunjung ke Palembang. Tentunya mereka pasti membawa oleh-oleh pempek karena Palembang identik dengan pempek,” cetusnya.

Lebih lanjut Yeni membeberkan saran dan ide bagaimana baiknya pemberlakuan pajak bagi wisatawan luar negeri. “Mungkin ada kebijakan keringanan untuk wisatawan agar mereka tertarik membeli oleh-oleh pempek, misalnya dengan menunjukkan tiket atau paspor, mereka bebas pajak dengan demikian mereka tertarik untuk membeli oleh-oleh pempek dan mereka bisa mempromosikan lagi ke koleganya kalau berkunjung ke Palembang beli oleh-oleh pempek bebas pajak dengan menunjukkan tiket atau paspor. Hal ini bisa berdampak positif bagi semua sektor dan menambah harum kota Palembang,” urainya.

Dia juga berharap ada keringanan penundaan waktu untuk tempat makan yang baru memulai usahanya untuk menstabilkan omsetnya. “Apalagi saat ini sudah ada edaran dari Gubernur Sumsel tentang oleh-oleh pempek hendaknya disupport juga dengan kebijakan bebas pajak untuk oleh-oleh Pempek,” tutupnya. BET

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here