Home Headline News Bertaruh Nyawa, Berenang 25 Meter Menuju Sekolah

Bertaruh Nyawa, Berenang 25 Meter Menuju Sekolah

0

MURATARA,PE- Hanya untuk sampai ke sekolah, anak-anak Rompok Sungai Cinau, Desa Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) harus berenang sejauh 25 meter menyeberangi sungai.

Hal itu harus dilakukan para siswa setiap hari, karena rakit penyeberangan yang dibuatkan warga kondisinya sangat minim. Terkadang karena tidak ingin terlambat sekolah, banyak siswa rela berenang menyeberangi sungai.

Diungkapkan Siti Hawa, seorang guru disana, Senin (27/1/2020), aktivitas menyeberangi sungai yang dilakukan para siswanya terjadi setiap pagi dan siang harinya, karena itu adalah satu-satunya jalan agar mereka dapat sampai ke sekolah. Padahal, lebar sungai mencapai 25 meter.

“Sejak dulu disini belum ada jembatan, jadi terpaksa anak-anak dan warga termasuk saya juga harus berenang melawan arus sungai demi ke sekolah. Terkadang aktivitas sekolah diliburkan bila sewaktu-waktu kondisi air pasang, karena khawatir siswa terbawa arus bila harus melewati sungai yang sedang pasang,” ujarnya.

Dia dan warga sekitar sangat berharap segera dibangun jembatan agar masyarakat dan semua aktivitas tidak terhambat, dan warga dapat beraktifitas dengan aman tanpa ada yang harus dikhawatirkan.

Sementara Ma’ruf, warga setempat mengatakan, untuk membangun jembatan sebelumnya juga pernah sudah pernah ada yang datang dari perwakilan Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM), yang melakukan pendataan karena mereka akan membantu pembangunan jembatan.

“Beberapa waktu lalu ada yang datang dari yayasan peduli, mereka mengatakan akan membantu pembangunan jembatan disini. Kalau memang benar kami sangat mengaharapkan hal itu, apalagi kalau bantuan itu hadir dari pemerintah daerah kita sendiri,” hatapnya.

Terpisah, Koko Triantoro, perwakilan IMB Daerah Muratara saat dikonfirmasi membenarkan bahwa mereka pernah mendatangi daerah Rompok Sungai Cinau dan melakukan kegiatan pengumpulan data untuk mengajukan pembuatan jembatan, “Iya Mas, beberapa waktu lalu kami ada berkunjung kesana, ada juga kegiatan pengumpulan data,” ungkapnya.

Pengumpulan data itu, lanjut dia, sebagai syarat administrasi diajukan pembangunan jembatan dan sekarang sedang proses penggalangan dana. Bila sudah terkumpul, nanti akan ada tim yang datang untuk melakukan kegiatan pembangunan jembatan dan dia berharap semoga kegiatan tersebut berjalan lancar.

“Kalau berhasil, berarti jembatan tersebut akan menjadi yang jembatan kedua yang kami bangun untuk daerah pendalaman di wilayah Kabupaten Muratara. Sebelumnya kami juga pernah membangun jembatan di Rombok Sungai Nau Kecamatan Rupit,” tukasnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here