Home Headline News Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Meluap dengan Ban Karet

Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Meluap dengan Ban Karet

0
Sungai Air Pangi menghubungkan Desa Beringin Janggut dan Keban Jaya sedang meluap, dan warga nekat menyeberangi, Jumat (20/12). Foto : IST FOR PALPRES

Tidak Ada Akses Alternatif Lain

LAHAT, PE – Belakangan ini curah hujan di Bumi Seganti Setungguan begitu tinggi, sehingga membuat Sungai Air Pangi yang membelah Desa Beringin Janggut dan Keban Jaya, Kecamatan Kikim Selatan, meluap cukup tinggi dengan aliran deras.

Pantuan di lapangan, beberapa masyarakat nekat menyeberangi derasnya Sungai Pangi, ada yang menggunakan ban karet, bahkan perahu, tanpa memikirkan resiko terjadi. Untuk akses jembatan yang ada, hingga sekarang ini belum selesai pembangunannya.

Kepala Desa (Kades) Beringin Janggut, Erwin membenarkan hal itu, dan pihaknya sudah menghimbaukan kepada masyarakat untuk tidak menyeberangi sungai dengan kondisi sekarang ini.

“Debit air tinggi, belum alirannya begitu deras. Tapi penduduk tetap tidak mengindahkan imbauan tersebut,” jelasnya, Jumat (20/12).

Apabila, sambung dia, kondisi Sungai Air Pangi sedang surut bisa dilintasi, tidak hanya roda dua bahkan roda empat pun lewat.

“Tapi proyek jembatan yang ada belum selesai, makanya warga memilih nekat menyeberangi sungai. Sebab, mayoritas bertani di Desa Keban Jaya,” pungkas Erwin.

Sementara itu, warga Beringgin Janggut, Rahmat, menerangkan, akibat tidak adanya akses jembatan, jika air sungai meluap seluruh warga desa tidak bisa keluar. Mereka tidak berani menanggung risiko hanyut saat menyeberangi sungai.

“Kalau air naik, kami hanya berdiam saja di rumah sambil berharap permukaan sungai cepat surut,” tandasnya. BRN

Baca Juga  Berdoa dan Belajar, Tes CPNS Lahat digelar di Gedung Pertemuan
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here