Home Palembang BMKG Minta Warga Palembang Waspada Puting Beliung dan Banjir

BMKG Minta Warga Palembang Waspada Puting Beliung dan Banjir

0
Banjir di salah satu titik Kota Palembang, akibat guyuran hujan deras beberapa waktu lalu.

PALEMBANG.PE- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga Sumatera Selatan, terutama warga Kota Palembang, untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi, yakni angin kencang/puting beliung, banjir, tanah longsor, dan banjir bandang akibat hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Dalam rilis BMKG lewat pesan Whatsapp, Senin (13/1), bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Lahat, Kabupaten Musirawas Utara, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten PALI, dan Kabupaten Muara Enim.

Sedangkan potensi bencana angin kencang/puting beliung dan genangan/banjir berpotensi terjadi di wilayah Kota Pagar Alam, Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten OKI, Kabupaten Ogan Ilir,l Kabupaten OKU Timur, OKU, dan OKU Selatan.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bambang Beni Setiaji mengatakan, secara regional, seiring aktifnya musim hujan di wilayah Sumsel dengan indikasi menguatnya Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat), yang sarat uap air mengakibat peningkatan curah hujan dan adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang.

“Umumnya terjadi pada siang-sore hari, sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama (kontinyu) terjadi pada malam-dini hari,” katanya.

Secara lokal, permukaan Sumsel yang berkarakteristik rawa dan sungai menjadi penyuplai uap air. Adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia (Belahan Bumi Selatan) menyebabkan belokan (trough) dan pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Sumsel. Hal ini meningkatkan pertumbuhan awan konvektif (awan hujan akibat pemanasan matahari).

Sedangkan pada wilayah Sumsel bagian Barat (dataran tinggi Bukit Barisan), angin lembah mendapat pasokan uap air dari Samudera Hindia, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan Orografik (awan hujan akibat ketinggian permukaan).

Berdasarkan kondisi regional dan lokal ini akan menyebabkan peningkatan dan kontinyuitas (terus menerus) curah hujan di wilayah Sumsel bagian barat, yakni pada wilayah dataran tinggi (Bukit Barisan). Hal ini berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumsel, yang akan meningkat pada 13-15 Januari 2020. Kemudian mengalami penurunan 16-18 Januari 2020 dan akan kembali meningkat pada 19-20 Januari 2020.

Secara khusus hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi tetap terjadi hingga tujuh hari ke depan sejak rilis ini dibuat.

“Kami mengimbau masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan update informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG. Dan melakukan tindakan preventif untuk meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi, yakni melakukan perbaikan infrastruktur lebih tahan bencana, membersihkan dan memperbaiki drainase, memangkas/mengurangi dahan dan ranting pohon agar tidak tumbang,” tuturnya.

Lalu, kata dia, melakukan perbaikan daerah aliran sungai, menyiapkan kolam-kolam retensi, memprioritaskan transportasi udara dan air tidak pada siang-sore hari. Berhati-hati beraktifitas di luar rumah dengan tidak berteduh di bawah pohon dan menghindari genangan yang berpotensi kemacetan apabila terjadi hujan pada siang hingga sore hari.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG Stasiun Meteorologi SMB II membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG untuk telepon pintar, www.cuacasumsel.com, follow media sosial @cuacasumsel, whatsapp/whatsapp group 08117878044, atau hubungi telepon (0711)385024. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here