Home Kriminal Bunuh Saudara Karena Rp 200 Ribu, Hanif Diganjar 14 Tahun

Bunuh Saudara Karena Rp 200 Ribu, Hanif Diganjar 14 Tahun

0
Terdakwa M Hanif Mustaqim saat mendengarkan divonis 14 tahun yng dijatuhkan oleh majelis hakim PN Palembang.

PALEMBANG, PE – Karena dinilai terbukti membunuh Fadil Mustofa yang tidak lain saudaranya sendiri karena uang Rp 200 ribu, M Hanif Mustaqim divonis 14 tahun oleh majelis hakim yang diketuai Ahmad Syarifudin SH. Vonis dijatuhkan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus Palembang, Selasa (15/10).

“Berdasarkan barang bukti dan saksi saksi yang dihadirkan di persidangan, perbuatan terdakwa M Hanif Mustaqim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 338 KUHP. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 14 tahun. Dikurangi terdakwa selama menjalani masa hukuman,”ujar majelis hakim Ahmad Syarifudin.

Atas putusan ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erwin Wahyudi SH, yang menuntut terdakwa selama 14 tahun langsung menerima putusan majelis hakim. Sedangkan terdakwa menyatakan piker-pikir atas hukuman yang akan diterimanya.

Dalam dakwaan JPU, kejadian terjadi Minggu, 30 Juni 2019 sekitar jam 13.30 saat korban meminjam uang kepada terdakwa yang masih kerabat sebesar Rp 200 ribu. Namun, ternyata tidak dibayar korban. Kemudian esok harinya terdakwa datang ke rumah korban untuk menemui ibu kandung korban. Setelah utang dibayar, terdakwa langsung pulang ke rumah.
Selanjutnya korban bersama saksi Taufik yang baru pulang kerja membersihkan AC mendatangi rumah terdakwa, sambil berteriak memanggil terdakwa untuk menyuruh keluar rumah.

Lalu terdakwa mengambil pisau dari dapur sambil memakai jaket loreng dengan menyelipkan pisau dapur tadi di pinggang sebelah kanan. Lalu, korban langsung memukulkan tabung AC freon ke arah kepala terdakwa sebelah kiri sebanyak satu kali hingga membuat terdakwa terjatuh,

Kemudian, terdakwa berusaha untuk berdiri dan melihat korban mau memukul terdakwa kembali, dia langsung mencabut pisau dari pinggangnya dan langsung menusukkan ke arah perut korban sebelah kiri sebanyak satu kali.

Kemudian pada saat terdakwa hendak mencabut pisau tersebut dari perut korban, tangan kiri korban sempat memegang pisau tersebut hingga terluka. Setelah melihat korban terkapar di tanah dengan usus keluar dari perut dan bersimbah darah, kemudian terdakwa langsung melarikan diri dan bersembunyi di daerah Mariana. Namun keesokan harinya terdakwa menyerahkan diri ke pihak Polsek Gandus, dengan didampingi orang tua terdakwa. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here