Home Headline News Bupati Ahmad Yani Kader Demokrat, Ini Komentar Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel...

Bupati Ahmad Yani Kader Demokrat, Ini Komentar Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki

0
Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, H Ishak Mekki mengimbau semua kadernya, baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif untuk setop bermain-main proyek.

PALEMBANG, PE – Kabar terciduknya Bupati Muara Enim, Ahmad Yani dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) sontak mengejutkan berbagai pihak. Termasuk Ir H Ishak Mekki MM, selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Saat dibincangi pagi ini, mantan Wakil Gubernur Sumsel periode 2013-2018 dan mantan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dua periode itu mengaku telah mengetahui kabar kurang mengenakkan menimpanya kadernya Ahmad Yani yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Muara Enim.

“Saya dapat laporan dari kader kita tadi malam, tapi beritanya masih kurang jelas, masih simpang siur. Infonya Bupati AY dan pengusaha RB, tapi tempatnya kurang jelas, ada yang bilang di Muara Enim dan ada berita di Palembang di OTT. Dan pagi tadi sudah ada kejelasan, memang betul info yang saya dapat tadi malam,” tutur Ishak.

Sebagai pimpinan partai berlambang mercy di wilayah Provinsi Sumsel, suami Hj Tartila ini mengaku sangat perihatin mendengar kejadian ini. Karena diakui Ishak bahwa dirinya selalu memesankan dan mengingatkan, baik dalam rapat-rapat internal maupun setiap kunjungannya ke daerah.

“Rapat dengan fraksi-fraksi baik di provinsi maupun di kabupaten/kota selalu saya ingatkan dan setiap kader terpilih menjadi ketua DPD maupun ketua DPC beserta pengurusnya menandatangani fakta integritas. Jadi setiap kader sudah tahu resikonya kalau hal ini terjadi,” tuturnya.

Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terpilih ini, kejadian atau kasus tersebut sangat klasik yang setiap hari kita dengar yang melibatkan kepala dinas, atau instansi lain dengan pengusaha.

“Yang ujung-ujungnya maaf, fee proyek dan biasanya berdampak pada atasannya, apakah bupati, wali kota, gubernur, karena ini yang sering terjadi dan ini bukan rahasia umum lagi. Semua orang tahu. Apalagi KPK yang memang tugas mereka yang sangat paham dan memang sangat profesional serta didukung peralatan yang canggih. Dan masyarakat awam saja tahu perilaku masalah proyek tersebut ada fee, apalagi KPK,” singgung Ishak yang pernah jadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sumsel.

Terakhir, pria kelahiran Kayuagung, OKI, 1 Maret 1958 ini mengharap sekaligus mengimbau semua pihak untuk setop menyalahgunakan wewenang saat menangani suatu proyek negara.

“Setop dulu bermain-main proyek, terutama kader-kader saya yang duduk di legislatif ataupun eksekutif. Cukup ini yang terakhir. Saya selaku Ketua DPD Partai Demokrat, kalau itu terbukti dan menjadi tersangka otomatis dipecat dari keanggotaan partai sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” tutupnya. ARZ

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here