Home Headline News Deru Usulkan Bangun Jalan Layang di Lokasi Kecelakaan Bus Sriwijaya

Deru Usulkan Bangun Jalan Layang di Lokasi Kecelakaan Bus Sriwijaya

0
Gubernur Sumsel H Herman Deru saat memberi sambutan pada acara Kaleidoskop 2019 di Griya Agung, Kamis (26/12). Foto: ALHADI FARID/PALPRES.

PALEMBANG.PE- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengaku amat berduka atas insiden kecelakaan tunggal bus PO Sriwijaya, yang menewaskan 35 orang di Kota Pagaralam. Ia mengakui jalan tersebut rawan kecelakaan.

“Saya sangat berduka, tapi yang ku cari tahu dulu nomor polisinya berapa mobil itu. Aku mau tahu pelat apa. Apakah BG atau bukan. Ternyata bukan, kalau BG sudah saya pecat Kepala Dinas Perhubungan,” kata Herman Deru saat ditemui di acara Kaleidoskop 2019 di Griya Agung, Kamis (26/12).

Secara tegas Herman Deru mengatakan, sejak awal sudah meminta Kepala Dinas Perhubungan Nelson Firdaus mengecek semua kendaraan yang akan beroperasi di Sumatera Selatan. Ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan saat musim libur Natal dan tahun baru.

“Saya tidak main-main, karena ini sangat berbahaya. Untung ini bukan dari wilayah kita. Kalau soal itu di sini, kamu itu (Kadishub) orang yang berdosa pertama,” tegas Herman di hadapan seluruh kepala dinas.

Diakui Herman Deru, lokasi kecelakaan di Sungai Lematang, Dempo Selatan, Kota Pagaralam menjadi salah satu daerah rawan kecelakaan. Dia pun meminta ada terobosan agar kecelakaan lalu lintas itu tidak berulang.

“Itu jalannya berliku, dan ini menjadi alasan untuk kita bikin jalan layang supaya dapat memperpendek akses. Sudah direncanakan lama ini untuk mengatasi kelok yang luar biasa,” katanya.

Karena membutuhkan dana yang sangat banyak, Herman Deru pun meminta agar ada kolaborasi dengan Kementerian PU. Sebab, APBD Sumatera Selatan terbatas.

“Itu butuh pendanaan besar dan aku minta Pak Sekda sampaikan ini kepada Balai PU. Segera dihitung karena ini biayanya sangat banyak, kalau kita tidak mampu,” katanya.

Ia berharap proyek jalan layang tersebut bisa masuk program strategis nasional. “Kita mohon kepada Kementerian PU untuk memasukkan Lematang Indah menjadi Program Strategis Nasional, agar bisa dibangun jembatan layangnya. Tidak bisa kita biarkan begini. Sudah terlalu banyak korban,” tukasnya.

Untuk diketahui, bus PO Sriwijaya terjun ke jurang di Sungai Lamatang, Dempo Selatan, pada Selasa (23/12) pukul 23.20 WIB. Dari insiden itu, tercatat ada 35 korban tewas, dan 13 selamat dalam kondisi luka parah. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here