Home Uncategorized Dugaan Pemalsuan Surat DPC Gerindra Prabumulih, Amsi Resmi Laporkan Aryono

Dugaan Pemalsuan Surat DPC Gerindra Prabumulih, Amsi Resmi Laporkan Aryono

0
KETERANGAN PERS : Kuasa Hukum Amsi Kurniawan, Sapriadi Syamsuddin (paling kiri, red) memberikan keterangan pers usai membuat laporan terkait dugaan pemalsuan surat di DPC Partai Gerindra Prabumulih, Rabu (22/1). Foto : Ist For Palpres

PALEMBANG, PE – Konflik internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Prabumulih memanas. Ketua DPC Partai Gerindra Prabumulih Amsi Kurniawan resmi membawa dugaan kasus pemalsuan surat ke ranah hukum.

Amsi melalui kuasa hukumnya Sapriadi Syamsuddin melaporkan dugaan pemalsuan surat tersebut ke petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (22/1).

Kuasa Hukum Amsi, Sapriadi Syamsuddin menjelaskan, konflik internal di partai besutan Prabowo Subianto ini mulai berhembus sejak tahun 2018. Saat itu, Aryono mengklaim menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Prabumulih.

“Kami telah mengambil hukum karena diduga Aryono telah mendeklarasikan Ketua DPC Prabumulih padahal hingga saat ini, klien kami tetap sebagai posisinya sebagai Ketua DPC Prabumulih,” kata kuasa Hukum Amsi kurniawan, Sapriadi Syamsuddin, usai membuat laporan ke SPKT Polda Sumsel, Rabu (22/1).

Lebih jauh dia menjelaskan, sampai dengan sekarang belum ada pergantian kepengurusan, surat keputusan Amsi sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Prabumulih sejak November tahun 2016 sampai dengan sekarang. Oleh karena itulah pihaknya menduga ada pemalsuan surat.

“Sejak 2018 Pak Amsi tidak pernah melakukan penandatanganan termasuk berkas pencalonan pada Pileg (Pemilihan Legislatif, red) kemarin,” ujar dia.

Artinya, sambung Sapriadi, selama ini ada dugaan pemalsuan pemalsuan tanda tangan atas nama Amsi dan pemalsuan surat yang selama ini dilakukan.

Menurut Sapriadi, pihaknya tidak akan membuka ruang damai karena sudah diingatkan kepada Aryono, Sekretaris Tri dan lainnya melalui konfirmasi WhatsApp (WA) pada tanggal 25 April 2019, namun tidak ada niat baik dari Aryono dan lainnya.

Sementara itu, Amsi Kurniawan mengaku, dugaan pemalsuan surat tersebut dapat merusak citra partai. Pihaknya pun sudah mengingatkan kepada terlapor namun tidak ada tanggapan. “Saya sudah mengkonfirmasi atas upaya hukum yang saya tempur, sudah konfrimasi ke DPP dan DPD,” jelas dia.

Terpisah, Sekretaris DPD Gerindra Sumsel, Sujarwoto mengatakan, sampai saat ini belum ada Surat Keputusan terkait kepengurusan DPC Partai Gerindra Prabumulih. Oleh karena itu, pihaknya meminta kedua belah pihak untuk menahan diri.

“Sudah dibentuk tim untuk Prabumulih, nanti kedua belah pihak akan dipanggil ke DPD dalam waktu dekat,” akunya. RIS

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here