Home Olahraga Gagal di Porwil, Sumsel Nomor Dua dari Buncit

Gagal di Porwil, Sumsel Nomor Dua dari Buncit

0

BENGKULU.PE – Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumsel di Bengkulu, 3-9 November 2019 telah usai. Tinggal menyisakan upacara penutupan di Stadion Semarak, Kota Bengkulu, nanti malam (9/11).

Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri hanya mampu finis pada posisi sembilan klasemen akhir perolehan medali. Atau hanya satu strip di atas Kepulauan Riau sebagai juru kunci.

Bumi Sriwijaya memperoleh 7 medali emas, 14 medali perak dan 22 medali perunggu. Prestasi diperoleh Sumsel cukup mencegangkan sekaligus memprihatinkan. Meski demikian Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum KONI Sumsel, H Dhennie Zainal mengaku bertanggung jawab penuh. Dia mengaku tidak mau mengkambing hitamkan pihak lain.

“Kegagalan pada Porwil Bengkulu menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya sebagai pimpinan. Tidak ada yang disalahkan,” kata Dhennie, sapaan Dhennie Zainal, Sabtu (9/11) pagi.

Ini bukanlah pertama kali Dhennie menjadi pimpinan di ajang Porwil. Pada Porwil sebelum-sebelumnya ketika mantan ketua DPD KNPI Kota Palembang ini jadi pimpinan kontingen Sumsel, tidak pernah keluar dari dua besar.

Pada Porwil VII di Sumatera Utara 2007 Sumsel berhasil finis sebagai runner up. Saat itu Dhennie menjadi wakil ketua kontingen.

Kemudian pada Porwil VIII di Kepulauan Riau 2011 Sumsel justru keluar sebagai juara umum. Ketika itu Dhennie menjadi ketua kontingen.

Kemudian pada Porwil XI di Bangka Belitung 2015, Sumsel juga bertengger pada posisi kedua. Kala itu Dhennie menjadi wakil ketua.

Bahkan waktu PON Remaja I di Jawa Timur 2015, Sumsel berhasil finis pada posisi lima besar dari 34 provinsi se-Indonesia. “Saya belum tahu pasti apa penyebab utama kegagalan kita di Porwil Bengkulu,” kata pria asal Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) ini.

Meski demikian Dhennie mengucapkan terima kasih pada manajer-manajer cabang olahraga (cabor). “Manajer cabor benar-benar all out di lapangan. Kalau pada Porwil sebelumnya hanya sebatas pelepasan, tapi pada Porwil kali ini mereka bukan hanya melihat saja, tapi memperhatikan bukan main, tapi sayang kita gagal,” tambah dia.

Dhennie berharap Ketua Cabor peserta Porwil ikut evaluasi pencapaian atlet di Porwil. “Jangan sampai ketua cabor sudah memberikan pehratian terkhusus fasilitas pelatih dan atlet mereka kecewa. Dengan harapan bahwa apa yang dibutuhkan dan apa yang diberikan ketua cabor cukup menggembirakan sejauh ini,” tambah mantan anggota DPRD Sumsel ini.

Dia mencontohkan H Heri Amalindo ketua cabor atletik yang hadir langsung dan memberikan support luar biasa pada para atlet. Begitu juga Beni Hernedi ketua cabor panjat tebing. “Sama halnya dengan para manajer cabor tadi. Semua bertugas, sesuai SK Gubernur. Sekali lagi saya tidak tahu dimana salahnya sementara kita KONI sifatnya sebagai pelayan, sebagai koordinator sebelum berangkat kita sudah menyampaikan bahwa atlet berprestasi yang harus kita perhatikan,” kata dia lagi.

Dhennie tidak menampik jika pada Porwil Bengkulu membawa atlet yang tidak sedikit. Total ada 240 atlet.
“Kita berfikir kalau tidak di sini kapan lagi. Karena dekat, jalan darat, tidak perlu banyak biaya, lain jika Porwil di Aceh, kemungkinan kita hanya akan bawa atlet potensi medali saja,” tukas dia.

Terakhir Dhennie mengucapkan terima kasih atas perhatian besar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. “Malahan kita berterima kasih pada dukungan pak Gubernur (H Herman Deru) yang melepas atlet dan Wagub (H Mawardi Yahya) yang datang langsung ke Bengkulu pada saat pembukaan, (3/11) lalu,” tukas dia. RIL

Klasemen Akhir Perolehan Medali Porwil 2019 (Emas, Perak Perunggu)

1.Riau 35 23 37
2.Sumut 25 16 26
3.Bengkulu 25 13 18
4.Sumbar 23 30 30
5.Babel 14 25 24
6.Aceh 14 13 10
7.Lampung 12 13 10
8.Jambi 11 11 16
9.Sumsel 7 14 22
10.Kepri 2 9 8

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here