Home Headline News Gerhana Matahari Cincin Terlihat Indah di Langit Palembang

Gerhana Matahari Cincin Terlihat Indah di Langit Palembang

0
Suasana pemantauan Gerhana Matahari Cincin (GMC) di Raden Fatah Tower kampus UIN Raden Fatah, Kamis (26/12), dan detik-detik GMC terjadi.

PALEMBANG.PE- Fenomena astronomi gerhana matahari cincin (GMC) tengah terjadi di sebagian wilayah Indonesia, Kamis (26/12). Peristiwa terhalangnya hampir semua bagian tengah Matahari oleh Bulan ini terlihat di langit Kota Palembang, kendati beberapa kali tertutup awan tebal.

Konsorsium Dosen Ilmu Falak Universitas Islam Negeri Raden Fatah tak mau ketinggalan memanfaatkan fenomena langka tersebut. Mereka menggelar pemantauan gerhana matahari cincin (GMC) di Raden Fatah Tower kampus UIN Raden Fatah, Kamis (26/12).

Bermodalkan teropong dan kacamata hitam khusus, tim pun memantau detik-detik GMC. Sayangnya beberapa kali matahari tak terlihat karena tertutup awan tebal. Namun ketika puncak gerhana, GMC benar-benar terlihat indah. Badan matahari tertutup bulan dengan sinarnya yang membentuk cincin.

Beberapa mahasiswa terlihat antusias menyaksikan fenomena alam tersebut. Mereka mengabadikannya dengan kamera telepon seluler, namun harus dilapisi dengan kacamata khusus untuk melindungi kerusakan akibat dari radiasi sinar ultraviolet.

“Palembang masuk dalam rute yang dilewati GMC. Memang tidak penuh, hanya 83 persen,” kata Sunaryo, dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang.

Dikatakan dia, pemantauan GMC tidak hanya untuk menikmati keindahan dan kebesaran Allah SWT. Tetapi juga untuk kalibrasi waktu.

“Jam di tangan kita, jam dinding, jam di HP, jam di laptop mesti dikalibrasi. Momen gerhana ini bisa digunakan untuk kalibrasi waktu. Untuk mencocokkan waktu. Misalnya hasil hitungan puncak gerhana matahari pukul 12.28, saat terjadi puncak gerhana itu jam kita harus dicocokkan di 12.28,” terang dosen yang mengajar ilmu falak ini.

Sebagai umat Islam, ia mengatakan, kita dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana dua rakaat dengan khutbah sesudah salat dzuhur.

M Teguh Sobri, Ketua Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat Sumsel mengatakan, GMC membuktikan bahwa Allah itu Maha Pencipta dan Maha Pengatur. Matahari dan Bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah.

“Itu bisa dilihat di GMC ini. Dengan jelas dan sangat bagus sekali. Itu yang penting bahwa kedua benda ini tidak tabrakan. Memang jauh jarak bumi, bulan, dan matahari ini. Namun, bulan dekat dengan bumi, sepertinya piringan atau cincinnya itu sama besar. Padahal tidak,” tuturnya.

Dikatakan, di zaman Rasulullah SAW, anaknya bernama Ibrahim meninggal saat terjadi gerhana matahari cincin. Orang beranggapan, bahwa terjadinya gerhana seperti ini karena meninggalnya Ibrahim. Padahal bukan.

“Nabi membantah itu. Kalau terlihat gerhana seperti ini, maka salatlah, beristiqfar, dan bersedekah. Itu yang dianjurkan Allah melalui Nabi Muhammad SAW,” tukasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here