Home Palembang Hadapi Banjir dan Tanah Longsor, Pemprov Siapkan 1000 Personel

Hadapi Banjir dan Tanah Longsor, Pemprov Siapkan 1000 Personel

0

PALEMBANG, PE – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan sedikitnya seribu personel gabungan untuk menghadapi potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Hal itu diketahui dalam Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020 yang dipimpin Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya di Halaman Griya Agung, Selasa (14/1) pagi.

Sebanyak seribu lebih personel gabungan beserta peralatan lengkap itu terdiri dari Anggota TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Tagana Dinsos Sumsel, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang, Dinas Pemberdayaan Sumber Daya Air, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Sat Pol PP Sumsel, dan instansi lainnya.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Mawardi Yahya dalam amanatnya mengatakan, kondisi geografis Sumsel dengan dataran tinggi di bagian barat, seperti Pagaralam, Lahat, Empatlawang, Muaraenim, dan OKU Selatan berpotensi terjadinya peristiwa alam, seperti gunung meletus, guguran lava, tanah longsor, dan banjir bandang.

Sedangkan di bagian timur yang merupakan dataran rendah, seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Palembang, berpotensi terjadi banjir akibat luapan air dan menimbulkan genangan, serta abrasi pantai. Ini disebabkan tingginya curah hujan belakangan ini. Sementara di daerah terbuka berpotensi terjadinya angin puting beliung.

“Akhir tahun 2019 hingga Januari 2020 terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumsel. Dampak cukup besar ada di Kabupaten Lahat, yang mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan sosial, serta pemukiman warga,” ucapnya.

Di tahun 2019 lalu, ia mengatakan, terjadi bencana di wilayah Sumsel sebanyak 188 kali. Terbanyak kebakaran rumah penduduk sebanyak 116 kali. Bencana lainnya yakni banjir, angin puting beliung, banjir bandang, dan kecelakaan perahu.

“Akibat bencana, rumah yang terendam sebanyak 9.613 unit. Rumah terbakar sebanyak 367 unit. Lalu rumah roboh dan rumah rusak berat 141 unit. Jembatan rusak dan putus sebanyak 23 unit. Sawah terendam sebanyak 1682,5 hektar, dan perkebunan terndam sebanyak seribu hektar. Ini terjadi selama 2019,” terangnya.

Lalu pada awal tahun 2020, sedikitnya terjadi tiga kejadian bencana dengan dampak yang cukup besar, yakni banjir bandang di Kabupaten Empatlawang, Pagaralam, dan Lahat.

“Banjir bandang meliputi sembilan kecamatan. Lima kecamatan di Kabupaten Lahat meliputi 229 desa. Dampak kejadian tersebut cukup besar. Sebanyak tiga unit jembatan roboh, tujuh unit rumah hanyut. Lalu delapan unit rumah rusak berat, 45 unit rumah rusak ringan, dan 702 unit rumah terendam,” ucapnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana, Pemprov Sumsel beserta TNI Polri dan instansi terkait melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Bencana.

“Tujuannya biar kita lebih siap dan cepat untuk memobilisasi ke wilayah-wilayah yang rawan dan berpotensi terjadi bencana. Sehingga kerugian harta benda dan korban jiwa dapat dihindari. Atau ditekan seminimal mungkin,” tukasnya.

Mawardi berharap, personel penanggulangan bencana selalu siap dan peralatan juga dalam kondisi baik dan digunakan secara maksimal.

“Dengan adanya apel kesiapsiagaan ini, diharapkan persoalan klasik seperti terhambat, belum ada laporan dan belum ada petunjuk, tanggung jawab dinas instansi lain tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Kepala BPBD Sumsel H Iriansyah mengatakan, pihaknya siaga dan mengantisipasi kemungkinan bencana banjir dan tanah longsor. Terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musin hujan masih akan berlangsung hingga Maret 2020.

“Oleh sebab itu kita siaga, semua stakeholder. Mulai dari TNI, Polri, BPPD, Kementrian PU, Dinas Kesehatan, Tagana, dan lainnya. Semua punya peralatan, sarana prasarana, dan SDM. Makanya kita koordinasikan lewat apel kesiapsiagaan,” tuturnya.

Dikatakannya, kabupaten dan kota sudah siaga terhadap potensi bencana, seperti Lahat, Empatlawang, Mura, dan PALI. Sementara daerah yang lain, ia meminta untuk bersiaga pula.

“Kita mengharapkan kabupaten dan kota yang belum bersiaga bencana, untuk segera mensiagakan. Masyarakat di daerah yang rawan banjir dan tanah longsor juga harus waspada di musim hujan ini. Pak Gubernur sudah membuat surat edaran kepada seluruh kabupaten dan kota untuk siaga, dalam hal ini sarana dan prasarana,” ucapnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here