Home Palembang Harnojoyo: 600 Tower jadi Potensi Pajak Daerah

Harnojoyo: 600 Tower jadi Potensi Pajak Daerah

0
Wali Kota Palembang H Harnojoyo saat menjelaskan rencana menyasar pajak Tower, untuk meningkatkan PAD.

PALEMBANG, PE – Upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang membidik objek baru. Untuk itu, Wali Kota Palembang, H Harnojoyo menyasar 600 lebih tower yang berpotensi untuk dikenakan pajak.

Harno menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus berpartisipasi untuk meningkatkan PAD sehingga tidak terjadi defisit anggaran 2020 seperti tahun lalu. Salah satunya pengenaan pajak tower. Berdasarkan data, Kominfo ada 600 lebih tower yang berada di Palembang.

“Kita minta pelajari, sebab kebanyakan tower tidak berada di lahan sewa. Makanya, pengenaan pajaknya nanti apakah ke penyewa atau bukan. Pajak Bumi Bangunan (PBB) memang sudah jelas, tapi peruntukan tower ini kelak apa masuk ke Bumi atau Bangunan masih kita kaji,” ujarnya usai Rakor Pajak dan Retribusi di rumah dinas Jalan Tasik, Senin (24/2/2020).

Menurut dia, selama ini belum ada penerapan pajak tower yang dibangun di Palembang. Dalam pelaksanannya, ia meminta juga peran serta ketua RT, RW, Lurah ataupun Camat untuk menginventarisir berapa banyak tower yang ada di wilayahnya. “Kita harapkan Lurah, Camat atau RT disampaikan berapa banyak tower yang ada, dilihat apakah sudah dikenai pajak atau belum,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, target PAD sangat tinggi sehingga diharuskan menggali potensi baru. Salah satunya menggali pajak Tower. “Kita akan terapkan pajak Tower Telekomunikasi juga Tower Bersama. Di Palembang ada 600 an Tower yang akan dikenakan pajak,” katanya.

Potensi pajak pada di sektor baru ini, kata Sulaiman selama ini tidak terdata dengan tertib. Sehingga, diminta baik Camat, Lurah dan RT untuk mendata. “Sehingga kita secepatnya melakukan validasi dan kita pelajari bentuk pajak yang dikenakan pada Tower tersebut,” katanya.

Baca Juga  Rumah Dinas Wako Dijadikan Posko Komando Terpadu Covid-19

Digalinya potensi pajak baru ini, sebagai salah satu upaya mencapai target PAD Rp1,5 Triliun. Saat ini hingga Februari ini, capaiannya baru 6,68 persen atau Rp100 Milyar. “Capaian ini memang masih kurang, kita optimis sampai Maret kita optimis bisa capai 15 persen,” tukasnya. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here