Home Sumsel Muara Rupit Kampung SAD Jadi Kampung Wisata Unik, Ini Kata Kadisbudpar Muratara

Kampung SAD Jadi Kampung Wisata Unik, Ini Kata Kadisbudpar Muratara

0
Kepala Disbudpar Kabupaten Muratara, Titin Kartini.

MURATARA,PE- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dalam programnya tahun ini akan menjadikan Kampung Suku Anak Dalam (SAD) Desa Sungai Jernih Kecamatan Rupit, menjadi Kampung Wisata Unik.

Pasalnya selain lokasinya yang berada dekat dan menjadi perlitasan saat menuju Wisata Danau Rayo, perkampungan SAD sendiri merupakan warisan budaya dengan memiliki seni serta tradisi tersendiri yang seharusnya dilestarikan untuk menjadi ciri khas dari keragaman budaya yang ada di Kabupaten Muratara.

Diungkapkan Kepala Disbudpar Kabupaten Muratara, Titin Kartini, belum lama ini, tahun 2020 ini pihaknya telah menyiapkan berbagai program dalam memajukan dan mempromosikan destinasi wisata-wisata yang ada di Kabupaten Muratara.

Oleh karena itu pihaknya juga terus berupaya menjadikan tempat wisata-wisata yang ada menjadi semakin menarik, sesuai dengan slogan pariwisata Sapta Pesona seperti aksesibilitas, ameniteas, atraksi, personel dan promosi (3A2P) terus pihaknya benahi. Karena bila semua itu lengkap, baik akses jalan, fasilitas wisata, SDM pengelola dan promosi yang bagus, semua pasti bisa menarik wisatawan untuk berkunjung.

“Terus tahun ini kita juga mewancanakan akan bekerjasama dengan semua pihak, untuk menjadikan Kampung SAD yang ada di Desa Sungai Jernih, kebetulan berda dekat dengan Wisata Danau Rayo juga, menjadi Kampung Wisata Unik. Karena di perkampungan SAD itu memiliki berbagai seni dan tradisi tersendiri, yang harusnya dapat kita lestarikan sebagai ciri khas keragaman suku serta adat yang ada di Kabupaten Muratara,” ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk rencana itu sendiri pihaknya sudah pernah berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Kepala Desa Sungai Jernih. Karena perkampungan SAD sendiri sifatnya milik daerah, jafi semua dikomunikasikan dahulu. “Kita disana memiliki sumbernya, dimana masyarakat SAD sendiri yang ada disana adalah pelakunya yang nanti kita bisa promosikan. Seperti wisatanya, kebudayaan, kesenian serta termasuk cara pengobatan tradisional mereka yang semuanya berasal dari alam,” terangnya.

Baca Juga  Pendaftaran Program Kartu Pra Kerja akan Berlanjut Melalui Kemenaker RI

Misalkan saja nanti, lanjutnya, pihaknya akan buatkan pondok pengobatan tradisional, dengan pengelolanya warga SAD sendiri yang akan menjelaskan cara pengobatan itu kepada pengunjung. Otomatis tempat itu akan ramai, apalagi kalau berada di pinggir jalan pelintasan menuju Wisata Danau Rayo. Terut dia juga pernah meminta Kepala Desanya ke depan bisa membangun seperti pelataran yang fungsinya seperti ada kegiatan adat mereka, tarian dan hal-hal lainnya. Artinya, mereka sendiri akan beratraksi ditempat wisata perkampunga SAD.

“Manfaatnya itu banyak sekali. Sebelum masyarakat ke Danau Rayo bisa mampir kesana, terus kalau ada tempat menjual makan lokal seperti resto pasti akan maju. Juga kalau ada yang ingin melakukan penelitian, bisa kesana. Terpenting program Bupati sendiri memanusiakan manusia SAD itu sudah diakui hingga ke tingkat nasional. Jadi tinggal kita kembangkan saja serta semoga wancana ini juga dapat didukung oleh semua pihak,” harapnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here