Home Headline News Kejati Tahan Dua Tersangka Kasus Bandara Atung Bungsu Pagaralam

Kejati Tahan Dua Tersangka Kasus Bandara Atung Bungsu Pagaralam

0
Tersangka kasus akses Pembangunan Bandara Atung Bungsu saat dilimpahkan tim penyidik, kepada Kejati Sumsel.

PALEMBANG, PE – Setelah sebelumnya Muhammad Teguh dan Teddy Juniastanto terdakwa korupsi pembangunan akses Jalan Bandar Udara Atung Bungsu, Dempo Selatan, Kota Pagar Alam divonis selama 4 tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus Palembang.

Kembali penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, melakukan penahanan terhadap dua tersangka dalam kasus ini, yakni Syaiful Anwar mantan Sektertaris Dinas PUBM Kota Pagaralam dan M Arif Kusuma Yudha Staf PPTK, Jumat (18/10) sore.

Penahanan keduanya setelah tim Pidsus Kejati Sumsel, menerima pelimpahan berkas dan tersangka atau Tahap II, atau sudah dinyatakan lengkap dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel. Setelah dilakukan pemeriksaan akhirnya keduanya dilakukan penahanan dan dititipkan di Rutan Pakjo Palembang selama 20 hari kedepan, sebelum berkas keduanya dilimpahkan ke PN Palembang untuk disidangkan.

Dikatakan Kordinator Pidsus Kejati Sumsel M Husaini SH didampingi M Naimullah SH selaku Kasi Penuntutan, setelah pihaknya menerima tahap II dari penyidik dan dilakukan pemeriksaan akhirnya pihaknya melakukan penahanan terhadap kedua terdakwa.

“Penahan dilakukan agar proses hukum berjalan lancar. Setidaknya ada tiga alasan yang harus dipenuhi untuk melakukan penahanan, di antaranya takut melarikan diri, takut menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatannya. Keduanya, telah kita titipkan di Rutan Pakjo selama 20 hari kedepan,”terangnya.

Untuk peran keduanya dalam hal ini lanjutnya, M Arif selaku pantitia pengadaan dan Syaiful bertindak selaku panitia dari Dinas PU Kota Pagaralam. Dimana Syaiful tidak melakukan pemeriksaan uji lagi, tapi hanya secara visual dan menyalahi undang undang yang berlaku. Sedangkan, untuk tersangka Arif memenangkan tiga perusahan yang sama dalam hal ini.

“Dari hasil audit BPK negara dirugikan Rp 5,3 Milyar. Kedua tersangka Syaiful Anwar dan M Arif Kusuma Yudha akan dijerat dengan pasal 2 (1) dan pasal 3 UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,”tukasnya. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here