Home Keagamaan Kemenag Sumsel Gandeng MUI Gelar Peringatan Nuzulul Quran

Kemenag Sumsel Gandeng MUI Gelar Peringatan Nuzulul Quran

0
Kakanwil Kemenag Sumsel, HM Alfajri Zabidi didampingi Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang, H Deni Priansyah bersama jajaran menghadiri peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1440 H di Masjid Baitullah, Komplek MAN 3 Palembang, Selasa (21/5) malam.

PALEMBANG, PE – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam di Kota Palembang menggelar peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1440 H di Masjid Baitullah, Komplek MAN 3 Palembang, Selasa (21/5) malam. Kegiatan ini dihadiri Keluarga Besar Kanwil Kemenag Sumsel, Kemenag Kota Palembang, madrasah dan KUA se-Kota Palembang, serta perwakilan Ormas Islam di Kota Palembang. Tampil sebagai penceramah Ketua MUI Kota Palembang, H Saim Marhadan.

Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi dalam sambutannya menjelaskan, sesuai edaran Menteri Agama RI, pada malam ini Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia berkoordinasi dengan MUI menggelar peringatan Nuzulul Quran secara serentak. Fajri berharap, momentum peringatan Nuzulul Quran dengan tema Kebersamaan Dalam Keragaman (Perspektif al Quran) ini, semakin memantapkan pemahaman masyarakat akan pentingnya kerukunan dan persatuan dalam keberagaman.

“Hakekat daripada agama adalah memanusiakan manusia. Allah Subhanaahu Wa Ta’aalaa telah menciptakan kita beragam, untuk saling mengenal dan saling menghormati. Sebagai umat beragama, kita dituntut untuk bisa memahami keberagaman tersebut, sehingga tercipta kehidupan yang damai, rukun, dan tenteram. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan terselenggaranya kegiatan ini, baik dari MUI, Kemenag Kota Palembang, MAN 3 Palembang, Ormas Islam, maupun seluruh keluarga besar Kemenag,” jelas Fajri.

H Saim Marhadan dalam ceramahnya mengajak umat Islam untuk terus belajar dan banyak membaca. Sebab dengan banyak membaca maka pengetahuan dan pemahaman agama seseorang akan semakin luas dan dalam. “Semakin paham seseorang terhadap ajaran agamanya, maka akan semakin sedikit dia menyalahkan orang lain. Membaca adalah modal untuk menjadi orang cerdas, yakni orang berpikiran luwes dan tidak mudah memvonis bersalah orang lain. Inilah kunci untuk bisa menjaga kerukunan, baik intern umat beragama maupun antar umat beragama,” tutur Saim.

Dalam kesempatan itu, Saim juga menegaskan kembali akan pentingnya memperkuat Tri Kerukunan Umat Beragama yang dulu digelorakan Menteri Agama Alamsyah Ratu Prawiranegara, yakni Kerukunan Intern Umat Beragama, Kerukunan Antar Umat Beragama, dan Kerukunan Umat Beragama dengan Pemerintah. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here