Home Palembang Kemendag Bantu Pemkot Kembangkan UMKM

Kemendag Bantu Pemkot Kembangkan UMKM

0
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda (paling kiri) menunjukkan secara simbolis bantuan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan RI di Ballroom Hotel the Zuri Palembang, Sabtu (30/11).

PALEMBANG, PE – Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan RI memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Palembang untuk pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bantuan tersebut berupa 50 unit gerobak dagang, 50 unit cool box, dan 10 unit komputer.

Pemberian bantuan itu diserahkan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Suhanto kepada Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda pada acara ‘Peningkatan Pemasaran Melalui Kemitraan Dengan Ritel Lokal, Modern dan Market Place’ serta ‘Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri kepada Anak didik dan Generasi Muda’ di Ballroom Hotel the Zuri Palembang, Sabtu (30/11).

“Saya berharap ini diberikan kepada yang betul-betul membutuhkan. Utamanya yang telah memiliki izin usaha. Harapan saya ini betul-betul dimanfaatkan oleh para UMKM yang mendapatkan,” kata Fitrianti Agustinda.

Acara ini dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Sri Agustina, Plt Kadis Perdagangan Sumsel Iwan Gunawan, serta pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, dan pengusaha ritel modern.

Menurut Fitri, produk-produk bikinan dalam negeri sebetulnya tidaklah kalah dengan produk luar. “Misalnya baju yang sekarang ini kita pakai. Kalau dibuat lebih bagus lagi, kita jaga kualitasnya dan buat kemasan menarik. Tentu saya rasa produk UKM kita tidak akan kalah kalau dibawa ke luar negeri atau luar Sumatera,” tuturnya.

Dikatakan dia, pengusaha UMKM itu perlu bimbingan. Sebab ada saja kemasan produknya yang tidak menarik. Atau cara buatnya yang asal-asalan.

“Tugas dari Pemerintah Kota, daerah, dan pusat, untuk melakukan pendampingan. Saya rasa kalau masyarakat sudah cinta produk dalam negeri, maka produk ini bisa dikembangkan,” tukasnya.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Suhanto mengatakan, pihaknya mendorong pengusaha UMKM untuk menjual produknya di gerai modern, seperti Carrefour, Hypermart, Indomaret, dan lainnya.

“Banyak pengusaha UMKM kita ini tidak tahu bagaimana caranya masuk ke gerai modern. Padahal, gerai modern ini sudah beredar sampai kecamatan. Kami ingin produk lokal dipajang di sana,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, digelarlah acara ini, yang berlangsung dua hari, 29-30 November 2019.

“Melalui program ini, kami menghadirkan asesor dari ritel modern, untuk menilai produk yang memenuhi standar bisa masuk dalam ritel modern,” tukasnya.

Selain itu, ia melanjutkan, pihaknya juga memberikan pembinaan agar pengusaha UMKM bisa menjual produknya lewat online. Dengan berdagang online, konsumennya tidak hanya dari Indonesia, tapi seluruh dunia.

“Begitu masuk di online, produk unggulan Palembang bisa dijual secara internasional. Tentunya tidak serta merta jualan online. Penampilan produk juga harus bagus. Itulah di sini kita didik mereka,” ujarnya.

Plt Kadis Perdagangan Sumsel Iwan Gunawan mengatakan, saat krisis moneter 1998, hanya sektor UMKM yang bertahan. “Artinya walaupun usahanya kecil-kecilan, tapi nyata. Seperti tukang pempek, pengrajin. Yang lain kolaps kala itu, mereka bisa bertahan. Berarti basisnya sudah kuat. Tinggal pemerintah mendorong. Mungkin kebutuhan permodalan, perizinan, atau perluasan usaha. Kita mendorong pihak-pihak supaya membantu UMKM,” tuturnya.

Kalau mereka kurang modal, pemerintah mendorong perbankan untuk membantu mengucurkan kredit. Di Sumsel ada Bank Sumsel Babel yang seratus persen sahamnya milik Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Jadi harus buka kesempatan itu. Melibatkan banyak pihak, perbankan, Kadin, dan organisasi kemasyarakatan, yang menunjang perekonomian,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here