Home Ekonomi Kenikmatan Khas Kopi Kintamani Bali Ternyata ini Resep Rahasianya

Kenikmatan Khas Kopi Kintamani Bali Ternyata ini Resep Rahasianya

0
Ketua MPIG Kopi Kintamani Bali, I Dewa Made Rake didampingi Ketut Putra Wijaya pendiri Agro Wisata Giri Alam Petung Penelokan Kintamani Bali dan Rendha P Kuswono dari KPw BI Sumsel membeberkan mengenai pengolahan Kopi Kintamani kepada para peserta Capacity Building 2019 yang diadakan KPw BI Sumsel, 19-22 Juni 2019 di Bali.

Peserta Capacity Building KPw BI Sumsel kunjungi Agro Wisata Giri Alam Petung Penelokan Kintamani, Bali

BALI, PE – Bukan hanya keindahan pantai dan seribu pura, Bali juga dikenal lewat wisata alam dan pertaniannya yang tak kalah eksotis. Kopi Kintamani salah satunya.

Nama besar kopi ini bukan semata dikenal oleh kekhasan aromanya. Namun juga lewat bagaimana para petani di Pulau Dewata memberlakukan komoditi unggulan ini dalam sebuah rangkaian adegan sakral.

Mulai dari proses penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan dan penyajiannya sampai siap diseruput oleh para penikmat kopi. Semua proses itu disertai dengan apresiasi tiap petani terhadap alam dan Tuhan, Sang Pencipta.

“Bukan semata karena bibitnya yang unggul yakni Arabika. Kopi yang hanya tumbuh di atas ketinggian seribu meter lebih di atas permukaan laut. Kami selalu memulai dengan sembahyang, dengan doa-doa kepada Sang Pencipta. Semua dilakukan tidak dengan sembarang. Mulai dari memilih lahan, kapan menanam, bagian lahan mana saja dan kapan masa yang baik untuk melakukan pemupukan, hingga kepada proses panen, selalu kami dahului dengan doa, sembahyang dan sesajian,” beber Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani Bali, I Dewa Made Rake kepada puluhan Peserta Capacity Building Wartawan Ekonomi dan Bisnis Sumatera Selatan 2019 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan saat mengunjungi Agro Wisata Giri Alam Petung Penelokan Kintamani, Bali, Jumat (21/6).

 

Kenikmatan Khas Kopi Kintamani Bali Ternyata ini Resep Rahasianya 1
Untuk memperoleh cita rasa yang optimal, biji kopi Kintamani dipilih dengan selektif dan dijemur dalam waktu yang ditentukan dan tempat yang bersih.

Tenaga Pendamping Lapangan Klaster Binaan Bank Indonesia Perwakilan Bali Kabupaten Bangli ini membeberkan, pihaknya fokus kepada budidaya pengolahan dan pengembangan kopi Arabica Kintamani Bali dengan konsep 4E yakni Edukasi, Ekologi, estetika dan ekonomi. Pria yang akrab disapa Rake ini kemudian menjelaskan, keunggulan lain dari budidaya kopi yang mereka lakukan yakni membudidayakan Kopi Kintamani berdasarkan kearifan lokal.

“Kopi Kintamani ini punya cita rasa jeruk dan kopi. Karena pada dasarnya cita rasa kopi itu menyerap apa yang ada di sekitarnya. Nah, karena di sela-sela tanaman kopinya, para petani di sini juga menanam jeruk, sehingga terciptalah kopi cita rasa jeruk ala Kintamani,” beber Rake yang didampingi salah seorang rekannya, Ketut Putra Wijaya, anggota kelompok tani yang memproduksi kopi bubuk Giri Alam sebagai souvenir dan pendiri Agrowisata.

Untuk masa panen, Rake menguraikan, para petani biasanya memanen kopi setahun sekali, antara Juni, Juli hingga Agustus. Penentuan masa panen juga dilakukan tidak secara sembarang. Buah kopi yang layak dipanen adalah saat benar-benar berwarna merah. Selanjutnya diseleksi secara teliti untuk menghasilkan biji kopi pilihan. “Kami juga punya sistem Subak untuk mengatur perairan lahan di sini. Di samping itu, kawasan Kopi Kintamani ini tidak terlalu besar, sehingga cocok dan bagus sebagai pusat wisata yang sasarannya pertanian atau perkebunan,” imbuhnya.

Kenikmatan Khas Kopi Kintamani Bali Ternyata ini Resep Rahasianya 2
Ketut Putra Wijaya, pendiri Agro Wisata Giri Alam Petung Penelokan Kintamani Bali menyeduh kopi produksi sendiri untuk disajikan ke setiap pengunjung gerainya.

Ketut Putra Wijaya menambahkan, hasil olahan petani kopi di kebun terdapat beberapa jenis olahan seperti kopi Luwak yang dipungut di kebun kopi dari kotoran Musang. Kedua, kopi wet proses dipetik dari batang kopi sama pada umumnya kopi di Indonesia. Di sini mereka mengolahnya kembali dan disajikan dalam empat pilihan antara lain kopi madu, kopi natural, kopi WP dan kopi wine.

“Sedangkan untuk proses pengolahan beberapa jenis kopi juga berbeda untuk menghasilkan cita rasa yang berbeda pula,” cetusnya.

“Untuk pemasaran kopi Kintamani ini, kami dibantu oleh KPw BI Bali mulai dari promosi dan diajak keliling di seluruh perwakilan Bank Indonesia melalui sejumlah even dan festival. Bahkan belum lama ini kopi kami dipamerkan di Inggris dan Rusia,” timpal Rake lagi.

Kopi Kintamani Bali ini juga sudah mendapatkan pengakuan dari lembaga resmi. “Menjadi salah satu dari tiga kopi Indonesia yang mendapat sertifikat Indikasi Geografis Unik, lebih dikenal dengan nama Indikasi Geografis. Bukan cuma itu, Kopi Kintamani memiliki Sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan Indikasi Geografis. Kopi Kintamani adalah kopi pertama mendapatkan sertifikat HAKI dengan Indikasi Geografis,” tukasnya.

Rake mengaku untuk ekspor, pihaknya fokus pada kualitas ketimbang kuantitas. Kendati demikian, suplai di dalam negeri pun mereka mengaku sudah kewalahan. “Usaha Kopi Kintamani ini melibatkan dan berkolaborasi dengan 300 petani kopi lainnya di Kintamani. Sembilan puluh persen pengiriman Kopi Kintamani ada di dalam negeri yaitu Jakarta,” tandasnya. ARZ

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here