Home Headline News Kepala UPTD Museum Balaputra Dewa Apresiasi Temuan Biduk Bawang

Kepala UPTD Museum Balaputra Dewa Apresiasi Temuan Biduk Bawang

0
Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa Chandra Amprayadi (empat dari kanan) bersama tim mendatangi perahu kayu kuno yang dinamai biduk bawang oleh para penemunya di bibir Sungai Jambu, Tanjung Lubuk, OKI.

KAYUAGUNG, PE – Tim Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa kembali mendatangi peninggalan diduga bernilai sejarah yang kini masih dimiliki masyarakat. Jika akhir pekan kemarin mendatangi warga yang menyimpan Meriam Setundun dan Tanduk Minangkabau di Musi Rawas Utara (Muratara).

Kali ini tim museum yang dipimpin langsung Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi SH mendatangi temuan perahu berbentuk lesung yang oleh penemunya diberi nama Biduk Bawang di Kelurahan Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Biduk Bawang yang kini masih terdampar tidak jauh dari lokasi penemuan di Sungai Jambu sudah mulai termakan usia. Diketahui, perahu dengan panjang 8,5 meter ini sudah dibiarkan selama lima bulan terakhir. Warga yang menemukannya meyakini perahu tersebut peninggalan masa kerajaan Sriwijaya di abad ketujuh Masehi.

Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa Chandra Amprayadi sangat menghargai penemuan benda yang diduga bersejarah. Oleh sebab itulah, dia meminta kepada masyarakat untuk menyerahkan kepada pemerintah agar perahu tersebut bisa terawat.

“Sengaja saya bersama tim datang ke sini untuk melihat penemuan Biduk Bawang ini. Kami sangat berharap agar masyarakat bisa menyerahkan kepada Museum Balaputra Dewa agar penemuan berharga ini bisa dirawat,” ujarnya didampingi Pelaksana Harian (Plh) Kasubag Tata Usaha (TU) Amarullah dan Kepala Seksi (Kasi) Koleksi Samsyudin SS.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) OKI Indesi Karyanto mengaku sangat terbantu dengan keinginan Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa untuk menjadikan Biduk Bawang sebagai koleksi museum milik pemerintah ini.

“Sebenarnya kami juga berkeinginan untuk mengambil perahu itu, namun kami bingung mau lokasi penyimpannya, soalnya kami belum ada museum. Belum lagi kami terkendala alokasi anggarannya. Untuk itulah, saya sangat menghargai dan berterima kasih keinginan dari pihak Museum Balaputra Dewa yang ingin merawat Biduk Bawang itu,” terangnya. RIS

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here