Home Sumsel Kesadaran PNS OKU Timur Urus IMB Masih Sangat Minim

Kesadaran PNS OKU Timur Urus IMB Masih Sangat Minim

0
Sonpian SE, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten OKU Timur

MARTAPURA,PE-Kesadaran Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur untuk mengurus izin mendirikan Bangunan (IMB), masih minim. Padahal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten OKU Timur sudah mendorong agar PNS mengurus IMB dengan cara yang lebih dipermudah.

“Kita sudah ada Perda No 6 Tahun 2012 dan, Perbup No 34 Tahun 2012 terkait pengurusan IMB, namun sebanyak jumlah PNS yang ada dilingkungan Pemkab OKU Timur sekitar 5 persen yang baru memiliki IMB,”ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpada Satu Pintu (DPMPTSP) Sonpiani SE,diruang kerja Kamis,(19/09).

Menurutnya, minimnya kesadaran pegawai itu dilatar belakangi oleh berbagai faktor. Salah satunya pemahaman dengan stigma yang melekat, bahwa jika mengurus izin sangat sulit dan berbelit. Padahal, selama ini dinas yang dulu dikenal sebagai Dinas Perizinan ini juga sudah berinovasi dengan berbagai cara. Salah satunya, melalui jemput bola untuk mempermudah mengurus perizinan

“Seharusnya PNS yang digaji pemerintah harus menunjukkan ketaatannya, sebagi contoh yang baik bagi masyarakat yang tidak makan gaji dari pemerintah, bukan sebaliknya,”cetus Sonpiani.

Sonpiani mengatakan, dirinya sangat tegas terhadap bawahnya, dari PNS sampai honorer yang sudah memiliki rumah pribadi wajib memiliki IMB. Bila tidak, tunjangan gaji tidak akan diberikan. Hal ini bertujuan bahwa IMB sangat perlu, dan pengurusannya juga sangat mudah dan murah.

Dia pun berharap, PNS yang belum memiliki IMB segera mengurus izin. Sehingga, pembangunan sesuai dengan tata ruang yang telah disepakati untuk proses pembangunan. Selain itu juga tidak beresiko pada pembongkaran bangunan yang dibangun di atas lahan yang tidak diperbolehkan. Sebab, pembangunan selama ini juga mengacu pada tata ruang yang ada.

Sementara untuk masyarakat, dia menyampaikan agar masyarakat membuat sebuah bangunan sesuai dengan peruntukan. Ketika bangunan dibuat di sebuah pemukiman yang tak memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat usaha, maka masyarakat diimbau untuk membangun di kawasan lain yang sesuai.

“Seperti kalau mau buat warung, tapi tempatnya di gang sempit. Padahal butuh mobil untuk masuk ke dalam, maka seperti itu sebaiknya dihindari,” urainya.

Sementara untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tata cara menglus izin, menurutnya, DPMPTSP Kabupaten OKU Timur telah rutin menggelar sosialisasi.

“Paling baru adalah menggandeng para Ketua RW untuk bisa mengakses pengetahuan baru terkait perizinan, untuk kemudian ditularkan kepada warganya,”pungkasnya. MAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here