Home Pendidikan KKN Universitas Palembang, Penyuluhan dan Gotong-royong bersama Warga Gandus

KKN Universitas Palembang, Penyuluhan dan Gotong-royong bersama Warga Gandus

0
Wali Kota Palembang H Harnojoyo foto bersama Mr. Jeff Bost dari KIAT, dan mahasiswa KKN Universitas Palembang, disela-sela gotong-royong membersihkan Sungai Sebatang di wilayah Kelurahan Gandus.

PALEMBANG.PE- Sebagai salah satu universitas yang sudah lama berkiprah di dunia pendidikan di Kota Palembang, yakni sejak 1982, Universitas Palembang yang awalnya merupakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi sudah melahirkan banyak alumni yang mampu bersaing di segala bidang, salah satunya Ir H Mawardi Yahya, yang kini menjadi Wakil Gubernur Sumsel.

Nah, sebagai wujud konsistensi mencerdaskan masyarakat, pada ada Tahun Akademik 2018/2019 tepatnya Februari hingga Maret 2019, Universitas Palembangg menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Gandus, Palembang. Salah satu program dalam KKN itu bidang pertanian, yakni memberikan pengetahuan mengenai manfaat pupuk organik hayati kepada masyarakat.

Seperti yang dilakukan oleh kelompok VIII, dibawah bimbingan Ida Aryani.S.P.,M.Si, yaitu penyuluhan di bidang pertanian, pada 09 Maret 2019, untuk memberikan pengetahuan mengenai manfaat pupuk organik hayati.

Menurut Dr.Ir.Asmawati.M.Si, seorang pengamat dan peneliti dibidang pupuk organik hayati yang sudah melakukan bimbingan mengenai pupuk organik hayati di Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, pertanian dimulai dari tanam pindah, kemudian nenjadi pertanian menetap. Dimana petani mulai menggunakan pupuk kimia, pestisida dan herbisida untuk meningkatkan produksi pertanian dari komoditi yang diusahakannya

“Penggunaan saprodi ini kadang berlebihan hingga mempengaruhi lingkungan, bahkan menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak, makin tidak subur dan kritis. Hal lain yang menjadi kendala bagi petani, yakni sulit untuk mendapatkan pupuk kimia ini pada saat dibutuhkan. Kalaupun ada tetapi harganya mahal,’’ ujarnya.

Untuk mengatasi semua ini, lanjut dia, salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah pertanian yang berlimpah, seperti sekam, jerami padi, tankos, pupuk kandang, atau bahan hijauan lain dan diberikan mikroba penambat N atau pengikat P dijadikan PPK organik hayati, atau menggunakan pupuk organik.

“Penggunaan pupuk organik dan pupuk organik hayati menyebabkan tanaman menjadi subur, sehat dan kuat, pengaruhnya juga untuk mengatasi serangan hama dan penyakit berkurang. Karena tanaman sehat, dan ini mengurangi penggunaan pestisida kimia jerami. Juga petani memerlukan usaha yang komprehensif dan berkesinambungan,’’ paparnya.

Sedangkan pembimbing KKN, Ida Arysni.SP, M.Si juga mengajak warga Kelurahan Gandus untuk membuat sebuah program penggalakan penggunaan kompos jerami. Program ini meliputi semua aspek, antara lain perangkat kebijakan, diseminasi, transfer teknologi, penyediaan sarana, dan pendampingan petani untuk membuat pupuk organik hayati.

“Sejalan dengan program KKN Kelompok VIII, maka mahasiswa bersama warga giat untuk menyelamatkan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Minggu, 10 Maret 2019, Wali Kota Palembang H Harnojoyo bersama Mr. Jeff Bost dari KIAT (Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur), mahasiswa KKN beserta warga Kelurahan Gandus melakukan kegiatan gotong-royong membersihkan Sungai Sebatang di wilayah Kelurahan Gandus, tepatnya di Rt 19.

Dalam kegiatan ini, Wali Kota menyampaikan ajakan kepada semua warga dan dibantu oleh mahasiswa untuk menjaga Sungai Sebatang. Tidak lupa pula beliau menyampaikan suatu program pelestarian lingkungan dan menjaga serta merawat kebersihan Sungai Sebatang. Selanjutnya, nama Sungai Sebatang ditambahi dengan nama Universitas Palembang.

Harno berharap, ada kerjasama antara pemerintah dan Universitas Palembang untuk penyelamatan Sungai Sebatang. Kerjasama yang di tawarkan oleh Harnojoyo, disambut baik pihak lembaga penelitian pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Palembang. Diharapkan kejrasama itu akan bisa terealisasi, sehingga sungai menjadi bersih, terawat, dan bisa menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga. RIL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here