Home Palembang KPU Tunggu NPHD untuk Anggaran Pilkada OKU

KPU Tunggu NPHD untuk Anggaran Pilkada OKU

0

PALEMBANG , PE – Belum terealisasinya anggaran untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih menunggu laporan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Dimana, seharusnya paling lambat NPHD sudah diserahkan semua kabupaten kota ke KPU Provinsi untuk penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 ini pada awal Oktober 2019.

“Pada 2020 nanti ada 7 kabupaten kota yang melaksanakan Pilkada serentak di Sumsel. Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Rawas (Mura), Ogan Ilir, OKU Timur, OKU Selatan dan OKU. Akan tetapi, terjadi keterlambatan laporan NPHD kabupaten OKU. Alasannya, pembahasan penganggaran dana hibah ini tidak dibahas oleh anggota DPRD lama dan mau menunggu DPRD yang baru. Jadi kami tunggu sampai tanggal 14 Oktober ini,” tutur Ketua KPU Provinsi Sumsel, Kelly Mariana, Kamis (10/10).

Untuk itu, lanjutnya, usulan dana hibah dari kabupaten dan kota yang menyenggarakan Pilkada serentak 23 September 2020 mendatang hampir menyentuh angka Rp 400 Milyar. Dana tersebut digunakan oleh kabupaten kota masing-masing untuk penyelenggaraan Pilkada, sedangkan KPU Provinsi mengajukan usulan dana hibah hanya untuk penguatan kelembagaan.

“Untuk PALI dana hibah yang disetujui sebesar Rp 40 Milyar, Muratara sebesar Rp 28 Milyar, Mura sebesar Rp 45 Milyar, OKUT sebesar Rp 47 Milyar, OKUS sebesar Rp 45 Milyar, OI sebesar Rp 50 Milyar, dan terakhir yang masih kita tunggu NPHD nya Kabupaten OKU usulannya sebesar Rp 57 Milyar dan belum kita pastikan berapa besaran yang disetujui. Sementara dana hibah yang KPU Sumsel ajukan sudah diketok palu sebesar Rp 1,2 Milyar. Namun, dana hibah yang kami (KPU Sumsel) ajukan bukan untuk pelaksanaan Pilkada tahun 2020, tapi untuk penguatan kelembagaan seperti bimtek, supervisi, rakor dan monitoring dalam halnya mendukung kesuksesan Pilkada tahun depan,”ujarnya.

Untuk saat ini tahapan Pilkada serentak, sambung Kelly, sudah masuk dalam tahap penyusunan regulasi dan sosialisasi ke masyarakat dimulai pada 1 November 2019 hingga 22 September 2020.

“Tahapan sosialisasi ini panjang karena sampai H-1 pemungutan suara. Sementara Juni 2020 tanggal 16 hingga 18 sudah mulai tahap pendaftaran bakal calon kepala daerah, dan satu bulan dari pendaftaran akan ada penetapan paslon pada tanggal 8 Juli 2020. Tanggal 11 Juli 2020 sudah masuk tahapan kampanye calonkada hingga 19 September 2020. Dan terakhir tanggal 23 September 2020 jadi hari pemungutan suara pilkada serentak 2020,” tukasnya.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here