Home Headline News Kredit BSB Diduga Rugikan Negara Rp 13 Milyar, Direktur PT GI Ditahan

Kredit BSB Diduga Rugikan Negara Rp 13 Milyar, Direktur PT GI Ditahan

0
Augustinus Judianto (kemeja merah), saat digiring jaksa menuju mobil tahanan.

PALEMBANG, PE – Lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja Bank Sumsel Babel yang menimbukan kerugian negara Rp 13 Milyar, akhirnya, Jaksa dari Kejari Palembang, melakukan penahanan terhadap Ir Augustinus Judianto (50), warga Jalan Baranangsiang Indah RT 12 RW 05 Kelurahan Katulampa Bogor Jawa Barat.

Augustinus Judianto merupakan Komisaris dan juga Direkrur PT Gatramas Internusa selaku pihak perusahaan tambang minyak di Kalimantan, sebagai penerima fasilitas kredit modal yang dikucurkan oleh Bank Sumsel Babel.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khidirman mengatakan, pihaknya dalam hal ini Kejati Sumsel telah menyerahkan tersangka beserta barang bukti dalam kasus ini ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang karena berkas perkara tersangka sudah dinyatakan lengkap.

“Tersangka kita lakukan penahanan dan dititipkan ke Rutan Pakjo selama 20 hari kedepan. Sebelum dilimpahkan ke Pengadilan untuk menjalani persidangan,”ujarnya.

Untuk modus, lanjutnya, tersangka menjaminkan agunan berupa alat bor pertambangan minyak dan dua bidang tanah yang berlokasi di Jawa Barat, dengan melakukan markup atau menaikan harga agunan yang dijaminkan dari nilai agunan yang sebenarnya.

“Jadi harga aset yang menjadi agunan ini dinaikan atau dimarkup oleh tersangka, supaya aset tersebut nilainya sesuai dengan kredit modal usaha yang dilakukan tersangka. Hingga akhirnya uang senilai Rp 15 Milyar dikucurkan oleh Bank Sumsel Babel ke perusahaan tersangka,” terangnya.

Masih dikatakannya, namun berjalannya waktu ternyata pembayaran kredit tersangka macet sehingga hal tersebut diketahui oleh jaksa penyidik Kejati Sumsel lalu dilakukan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan ditemukan adanya tindak pidana korupsi. Dimana berdasarkan audit BPK terjadi kerugian negara sebesar Rp 13 Milyar. Untuk tersangka baru dalam kasus ini kami masih menunggu fakta-fakta persidangan,”tandasnya.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama menambahkan, penahanan tersangka dilakukan pihaknya karena berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap.

“Jadi hari ini secara administrasi tersangka dan barang bukti diserahkan Kejati Sumsel ke Kejari Palembang, yang nantinya kami akan meneruskan berkas perkara tersebut ke pengadilan. Sedangka untuk Tim JPU dalam persidangan nanti, terdiri dari jaksa Kejati dan jaksa Kejari Palembang. Tim JPU ini sudah terbentuk, maka dari itu kami segera melimpahkan berkas tersangka ke pengadilan untuk segera disidangkan,” tukasnya. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here