Home Politik & Pemerintahan Kunjungi Masyarakat Banyuasin II, Empat Anggota DPRD Banyuasin Sosialisasikan 4 Perda Inisiatif

Kunjungi Masyarakat Banyuasin II, Empat Anggota DPRD Banyuasin Sosialisasikan 4 Perda Inisiatif

0

BANYUASIN.PE-Empat anggota DPRD Banyuasin yakni Samsul Rizal SP, Damang Wahyuni, Arfani dan Hairul Putra melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Banyuasin II. Kali ini bukan agenda reses melainkan sosialisasi Peraturan Daerah ke masyarakat di Kantor Kecamatan Banyuasin II, Senin (11/11) sekitar pukul 10.00 Wib.

Kehadiran para wakil rakyat tersebut didampingi Camat Banyuasin II Salinan, dan pesertanya terdiri kepala desa, BPD, tokoh masyarakat dan pemuda yang ada di Kecamatan Banyuasin II.

Kunjungi Masyarakat Banyuasin II, Empat Anggota DPRD Banyuasin Sosialisasikan 4 Perda Inisiatif 1Adapun empat Perda Kabupaten Banyuasin antara lain Perda nomor 6 tahun 2017 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, nelayan, dan pembudidaya ikan.

Samsul Rizal, SP menjelaskan dalam upaya meningkatkan Hasil produksi pertanian, perikanan dan kelautan yang pada akhirnya bisa meningkatkan penghasilan, perlu dilakukan terobosan termasuk produk hukum yang mengatur agar dapat kepastian hukum.

“Untuk memacu dalam upaya meningkatkan produksi pertanian, perikanan dan kelautan. sebab, didalamnya terdapat aturan yang mengatur mengenai campur tangan Pemerintah dalam upaya peningkatan tersebut diantaranya adalah DPRD Bersama pemerintah membentuk Badan Usaha milik petani, nelayan maupun Pembudidayaan Ikan berbentuk koperasi,”paparnya.

Selanjutnya anggota DPRD Banyuasin lainnya, Damang Wahyuni menyampaikan Perda No 14 tahun 2018 tentang Hiburan Rakyat. Kata politikus asal Demokrat terbentuknya Perda ini karena pihaknya berkewajiban untuk menekan angka kenakalan remaja yang disebabkan salah satunya pergaulan bebas dari hiburan dan pesta malam.

“Kita sadari bahwa kenakalan remaja merupakan awal dari adnya prilaku penyimpangan yang dapat merusak moral dan masa depan bangsa yang ada pada muara akhirnya terhambat pembangunan nasional,”terang Damang.

Selain itu, Perda No 5 Tahun 2017 tentang Pencegahan, Penanggulang Kebakaran yang disampaikan Arfani. Dia menjelaskan, jika deteksi dini karhutla harus dilakukan agar api tidak melanda daerah luas. Pencegahan Karhutla yang paling efektif untuk memberikan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum tersebut

“Sejauh ini Pemkab Banyuasin telah berupaya melaksanakan sesuai Perda sehingga di wilayah Banyuasin tidak terjadi karhutla seperti pada tahun sebelumnya,” tegas dia.

Sedangkan, materi Perda Kabupaten Banyuasin Nomor 15 tahun 2014 tentang Baca Tulis Al-Quran (BTA) disampaikan Hairul Saputra politisi PDI-P bahwa Perda BTA bertujuan untuk menanamkan minat baca al-quran sebagai upaya standarisasi sertifikat/lisensi izin mengajar pendidikan baca tulis al-quran.

“Diharapkan kedepan nuansa cinta Al-Qura dapat terus bergema di Kabupaten Banyuasin. Nantinya setiap tingkatan dan jalur pendidikan harus menerapkan kurikulum pendidikan Baca Tulis Al-Quran,”pungkasnya.BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here