Home Uncategorized Kurangi Angka Kemiskinan 1 Digit, Begini Solusi Harnojoyo

Kurangi Angka Kemiskinan 1 Digit, Begini Solusi Harnojoyo

0

PALEMBANG, PE – Guna menurunkan angka kemiskinan 1 digit, Wali Kota Palembang, H Harnojoyo menggandeng Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) lewat Gerakan Indonesia Ramah Zakat. Dalam kerjasama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) bakal menjadikan penerimaan zakat sebagai anggaran kemiskinan sebesar 30 persen.

“Melalui kerjasama ini, kita dapat memotivasi masyarakat untuk taat zakat. Target kita mampu mengurangi angka kemiskinan 9,6 persen atau satu digit dari 1,7 juta jiwa masyarakat Palembang. Kalau 9,6 cukup banyak, bisa 100 ribu lebih,” kata Harno.

Selama ini lanjut Harno, pihaknya mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berzakat sebesar 2,5 persen dan langsung dipotong gaji. “Sekarang kita imbau masyarakat agar mau menyalurkan zakat secara langsung, dan akan disalurkan pula tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Bidang Keuangan Inklusif Dana Sosial dan Keuangan Mikro Syariah KKNS (Komite Nasional Keuangan Syariah), Ahmad Juwain mengatakan, kerjasama dengan baznas pemerintah kota Palembang ini sebagai pilot projek “Gerakan Indonesia ramah zakat” dimana menggunakan sistem

“Jadi sistemnya, untuk meningkatkan nilai guna Pengolahan zakat berbasis wilayah dapat diperansertakan hingga ke tingkat Unit Penerima Zakat (UPZ) ditingkat kelurahan, sehingga bisa di ketahui penerima dan pemberi zakat, dan pengentasan kemiskinan/peruntukan zakat itu benar – benar diutamakan di setiap wilayah (kelurahan),” terangnya.

Kemudian, jelasnya, dengan sistem ini seberapa banyak dana terkumpul bisa di lihat daerah mana yang kemiskinan tinggi. Sistem melalui BSB, kata dia, mekanismenya melalui pelayanan perbankan.

“Jadi bisa dilihat mana kelurahan yang surplus, dan defisit, kalau zakatnya cukup untuk daerah (kelurahan tersebut, maka cukup disalurkan disitu), kalau surplus atau defisit maka akan saling menutupi. Intinya melalui zakat ini, orang miskin yang paling berhak menerima, yakni yang terdekat dari pemberi zakat,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya angka kemiskinan Palembang ini mencapai 10, 95 persen, sehingga ini melalui dana zakat dapat dibantu. “Melalui zakat ini 30 persen dapat digunakan sebagai dana subsidi untuk masyarakat miskin,” ujarnya. Karena, secara perhitungan untuk memberikan kontribusi anggaran kemiskinan lewat zakat ini setidaknya butuh Rp27 miliar per bulan atau diperlukan Rp200 ribu per orang, maka bisa mengatasi kemiskinan dikota Palembang.

Untuk bantuan kemiskinan dari zakat ini bagi warga miskin pada awal prioritas utama yakni digunakan untuk kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian dan pendidikan bahkan juga iuran BPJS, jika kelebihan hingga dalam bentuk hasan berupa pinjaman untuk pelunasan utang bagi masyarakat miskin yang terlilit hutang di rentenir.

“Kerjasama Ini juga akan terkoordinir dengan masjid. Pengembangan tidak hanya sampai industri perbankan syariah daerah, tapi hingga ke industri usaha syariah untuk membangun ekonomi syariah secara luas,” tukasnya. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here