Home Sumsel Banyuasin Kurir Sabu-Sabu 1 Kg dari Riau Tertangkap di TAA

Kurir Sabu-Sabu 1 Kg dari Riau Tertangkap di TAA

0

BANYUASIN.PE-Pengiriman narkotika jenis sabu-sabu berasal dari Pekan Baru Provinsi Riau untuk diedarkan ke wilayah Sungsang Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin kembali digagalkan jajaran Satuan Narkoba Polres Banyuasin.

Paketan sabu-sabu yang dibungkus plastik seberat 1 Kg dibawa tersangka Dahri (51) mengunakan mobil pickup terjaring razia di jalan Simpang 3 Pelabuhan Tanjung siapi-api Kecamatan Banyuasin II, Senin (13/1/2020).

Hanya saat hendak ditangkap, tersangka Dahri tidak koperatif dan melawan petugas hingga memaksa diambil tindakan tegas dan terukur dengan menembakan kaki kanan tersangka.

Hal itu diungkap Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar, SIK didampingi Kasat Narkotika AKP Widhi Andika Darma, Sik saat press rilis di Mapolres Banyuasin, Jumat (17/1/2020).

Kasus narkotika kali ini, Danny menjelaskan berawal dari informasi masyarakat tentang maraknya peredaran narkotika jenis sabu dalam skala besar di wilayah Sungsang Banyuasin.

Setelah dilakukan penyelidikan sepekan, diketahui akan ada pengiriman narkotika dari Pekan Baru Riau. Saat melakukan razia, polisi mencurigai mobil pickup warna hitam BM 8392 TY yang dikendarai Dahri.

“Pada saat dilakukan pengeledahan di mobil pickup tersebut ditemukan paket sabu-sabu skala besar seberat 1,035 gram dibawah kursi depan,”jelasnya.

Setelah itu, barang bukti sabu-sabu 1 kg dan tersangka Dahri digelandang ke Mapolres Banyuasin guna penyelidikan lebih lanjut.

“Tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat 2 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara maksimal seumur hidup atau hukuman mati,”terangnya.

Saat ditanyakan Kasat Narkoba AKP Widhi, tersangka Dahri yang merupakan warga Jl Rowobening Perumahan Pemata Bening Blok E.No12 RT.04.RW.20 Kec Tampan Kota Pekan Baru Riau mengaku sudah dua kali melakukan pengiriman narkotika. Tersangka belum pernah ketemu dengan pemiliknya.Tapi
Katanya yang berikan uang itu melalui anak buahnya pertama diupah Rp.20 juta, dan kedua diupah Rp.40 juta.

“Saya mau antarkan barang itu karena upahnya besar dan uang itu untuk biaya kebutuhan keluarga,”ucap Dahri dengan menyesali perbuatannya. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here