Home Headline News Kutip Perkataan Mahatir Muhammad, Herman Deru Minta Peserta Konferwil NU Junjung Musyawarah...

Kutip Perkataan Mahatir Muhammad, Herman Deru Minta Peserta Konferwil NU Junjung Musyawarah dan Mufakat

0
Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Wakil Ketua PBNU Abdul Manan dan Bupati OKI Iskandar menghadiri pembukaan sarasehan dan Konferwil ke XXII NU Sumsel, di halaman Ponpes Ash Siddiqiyah Desa Lubuk Seberuk Lempuing, OKI Sabtu (18/1).

KAYUAGUNG, PE – Tak banyak yang disampaikan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru saat membuka sarasehan dan Konferensi Wilayah (Konferwil) XXII NU Sumsel, di halaman Ponpes Ash Siddiqiyah, Desa Lubuk Seberuk, Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (18/1) sore.

Dalam kesempatan itu Herman Deru sempat mengutip kata-kata Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Muhammad. Dia berpesan agar peserta Konferwil tetap mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam proses pemilihan ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Sumsel.

“Saya mengutip kata-kata Pak Mahatir waktu beliau baru dilantik. Katanya Demokrasi bukanlah sebuah sistem sempurna. Tapi demokrasi adalah yang terbaik. Karena itu kepada peserta Konferwil saya minta tetap kedepankan musyawarah dan mufakat,” demikian bunyi pesan yang disampaikannya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengaku sejauh ini dirinya cukup bangga dengan kepengurusan NU yang sudah-sudah di wilayah Sumsel. Karena itu pula pada Konferwil ini dia menyerahkan sepenuhnya keputusannya kepada para peserta.

“Saya ucapkan selamat melaksanakan Konferwil. Saya sangat yakin pilihan nanti bertujuan membawa NU lebih baik, lebih besar dan lebih dipercaya di Sumsel. Terserah nanti mekanismenya mau one man one vote atau Ahwa silahkan saja” ujarnya.

Kepada masyarakat NU yang berkesempatan hadir, Herman Deru juga mengimbau agar mereka tidak meninggalkan ciri khas NU seperti yang telah banyak disampaikan rais-rais PWNU. “Hiasilah selalu dirimu dengan ciri-ciri NU. Jangan pernah tinggalkan itu” tambahnya.

Di tempat yang sama Menteri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Drs A Halim Iskandar mengatakan kehadirannya kali ini ingin mencoba menempatkan NU dalam konteks desa. Karena NU sendiri pada dasarnya merupakan ormas yang lahir dari desa berbentuk pesantren.

“Dengan kata lain NU adalah pesantren besar dan pesantren adalah NU kecil,” katanya.

Iapun percaya bahwa untuk menyelesaikan masalah di suatu daerah termasuk Sumsel, dengan menuntaskan masalah di pedesaan. Bahkan menurutnya ini cara yang mudah bagi umat untuk mencari pahala sebesar-besarnya.

“Cari pahala lebih mudah di desa. Di Indonesia ini tercatat ada sebanyak 28.961 pesantren yang tersebar 14.020 desa. Ini artinya setiap desa ada 2 pesantren. Dan hampir 90 persen pesantren itu punya NU. Kalau ini dibina, dikuatkan pendidikan dan keekonomian serta pengembangan sdm berarti kta bisa selesaikan masalah di pesantren,” jelasnya

Sementara itu Wakil Ketua PBNU Drs H Abdul Manan mengungkapkan bahwa NU hadir di Indonesia dibawa oleh ulama. Maka dari itu kekayaan NU adalah kekayaan ulamanya yang banyak mendirikan pesantren.

“Kedepan NU harus mandiri. Kekuatan jemaah harus ditegakkan. Dan kekayaan pengurus itu ada pada jemaah. Nah Jemaah itu harus disapa dengan program yang bagus dan dapat memajukan NU,” tegasnya.

Sejumlah alim ulama juga tampak hadir dalam Konferwil tersebut. Seperti Anggota DPR RI Bertu Merlas, Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Masyarakat Desa Taufiq Madjid, Wakil Ketua Umum PBNU Drs H. Abdul Manan, Rais AAM PBNU KH Miftahul Akhyar, Bupati OKI Iskandar dan Wakil Bupati Djakfar Shodiq, Ketua PWNU Sumsel Heri Chandra, Rais PWNU Sumsel KH Affandi dan lainnya. RIL/IAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here