Home Headline News Lusa, Gerhana Bulan Total Terlama

Lusa, Gerhana Bulan Total Terlama

0

PALEMBANG, PE – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peristiwa alam langka yakni Gerhana Bulan Total (GBT) yang akan terjadi pada Sabtu (28/7). GBT kali ini dikatakan bakal menjadi GBT terlama pada abad ke-21.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, Agus Santosa menguraikan, proses GBT nanti dimulai ketika piringan Bulan mulai memasuki penumbra Bumi pukul 00.13 WIB. Setelah itu, keelokan Bulan lebih redup dibandingkan dengan keindahannya sebelum gerhana.

Dia melihat perubahan keelokan ini tidak dapat dideteksi oleh mata tanpa alat. Jadi, hanya dapat dideteksi dari hasil perbandingan perekaman antara sebelum gerhana dan setelah gerhana.

“Ketika piringan Bulan memasuki umbra Bumi pukul 01.24 WIB, fase gerhana sebagian dimulai. Hal ini ditandai dengan sedikit lebih gelapnya bagian Bulan yang mulai memasuki umbra Bumi,” terang Agus saat dikonfirmasi, Rabu (25/7).

“Semakin lama maka bagian gelap ini semakin besar, hingga akhirnya seluruh piringan Bulan memasuki umbra Bumi pukul 02.30 WIB. Sejak itu, bagian Bulan memerah dan mencapai puncak merah yang merupakan saat puncak gerhana pada pukul 03.22 WIB,” timpalnya.

Agus menyampaikan fase totalitas Gerhana Bulan Total akan berwarna kemerahan. Peristiwa memerahnya piringan Bulan saat fase totalitas ini berakhir pukul 04.13 WIB ketika piringan Bulan memasuki penumbra Bumi.

Lebih lanjut, Agus mengatakan fenomena ini langka karena GBT akan mencapai 103 menit yang menjadi totalitas terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan. Totalitas yang lebih lama dari 28 Juli 2018 dan dapat diamati dari Indonesia adalah GBT 19 Juni 2141 mencapai 106 menit.

“GBT sebelumnya adalah pada 16 Juli 2000, dengan fase totalitas mencapai 106 menit ini lebih lama dibanding 28 Juli mendatang. Nanti, ada lagi fase totalitas lebih lama adalah GBT 9 Juni 2123, mencapai 106 menit. Sayangnya gerhana tersebut tidak teramati dari Indonesia,” tuturnya.

Mengingat peristiwa GBT 28 Juli 2018 merupakan peristiwa langka, BMKG akan melakukan pengamatan GBT 28 Juli 2018 di lebih dari 20 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan disiarluaskan secara langsung melalui www.bmkg.go.id/gbt.

Rangkaian fase-fase GBT dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia, dengan catatan semakin ke arah Barat, pengamat akan memiliki kesempatan untuk mengamati keseluruhan fase-fasenya, mengingat gerhana masih berlangsung sebelum Bulan terbenam. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here