Home Sumsel Musi Banyuasin Masih Ditemukan Karhutbunlah di Muba, Data BPBD Capai 380 Hektar

Masih Ditemukan Karhutbunlah di Muba, Data BPBD Capai 380 Hektar

0
Wakil Bupati Muba Beni Hernedi saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka Rakor Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan, di Kabupaten Muba.

SEKAYU,PE- Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih sering terjadi. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada tahun 2018 saja, mencapai 380 Hektar.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Muba, Indita Purnama S.Sos mengatakan, kondisi lahan dan kerawanan kebakaran di Bumi Serasan Sekate sendiri memiliki luasan 14.477 kilometer persegi, terdiri luas kawasan hutan 53.792 Hektar, Perkebunan 164.993 Hektar, Lahan Pertanian 45.391 Hektar, luas lahan lainnya ada 121.538 Hektar, dan luas lahan gambut sebesar 262.000 Hektar dengan tersebar di 15 kecamatan.

“Nah, jumlah itulah yang menjadi prioritas kita dalam menghadapi dan mencegah Karhutlah tahun ini,” kata Indita, dalam sambutannya pada Rakor Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan, di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (14/3).

Mengingat saat ini masih masuk musim penghujan, menurut Indita, hanya saja diprediksi akhir Mei memasuki musim kemarau. Oleh sebab itulah, Rakor ini diadakan guna menyamakan program pencegahan dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa, dengan support perusahan-perusahaan yang beroperasi di Muba.

“Sebab, dari data yang ada di kita, sepanjang tahun 2018 sendiri luasan lahan terbakar mencapai lebih kurang 380 Hektar,” ujarnya.

Jumlah luasan itu, Indita menjelaskan, tersebar di 7 kecamatan yakni di Kecamatan Bayung Lencir sebesar 200 Hektar, Sanga Desa capai 130 Hektar, Babat Supat 20 Hektar, Babat Toman 13 Hektar, Sekayu 10 Hektar, Lais 5 Hektar, dan terakhir di Kecamatan Keluang 2 Hektar.

Sementara itu, Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi menambahkan, upaya pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran hutan dan lahan ini merupakan tugas utama dan program strategis yang menjadi tanggung jawab semua.

Baca Juga  Bupati Muba Dodi Reza Alex Jadi Anggota Kehormatan PWI

“Artinya, bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab, melainkan seluruh lapisan elemen masyarakat, perusahan dan stakeholder yang ada,” kata Beni

Karena, Muba sendiri salah satu daerah merah yang perlu jadi perhatian dalam pencegahan karhutbunlah, sehingga tidak menimbulkan bencana asap. “Kita ingat tahun 2015 lalu, bencana asap mengakibatkan kerugian sangat banyak dalam beberapa bidang. Kita tidak ingin terulang lagi, mari bersama-sama mewujudkan zero hotspot,” tandasnya. MUH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here