Home Palembang Masuk Unsri Wajib Pakai ‘ID Card’ Khusus

Masuk Unsri Wajib Pakai ‘ID Card’ Khusus

0
Rektor Unsri, Annis Sagaf

PALEMBANG.PE- Universitas Sriwijaya (Unsri) mewajibkan semua civitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, karyawan, hingga rektor, untuk mengenakan kartu identitas saat berada di lingkungan kampus.

“Di Inderalaya itu kalau tidak pakai card kena periksa satpam. Semua harus pakai, baik mahasiswa, dosen, pimpinan termasuk rektor. Kalau rektor tak pakai itu, satpam tanya,” kata Rektor Unsri Annis Sagaf di sela acara Seminar HAM Pelayanan Publik yang Berkeadilan di Graha Unsri, Senin (2/12). Acara ini dalam rangka memperingati Hari HAM Sedunia.

Dikatakan dia, rencananya kebijakan ini diterapkan pada November silam. Tapi belum terlaksana. “Ternyata berat pakai kartu, semuanya. Padahal mahasiswa itu agent of change. Nyatanya tidak berlaku. Masih ada teguran-teguran,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebijakan ini harus diterapkan pada awal tahun 2020. Setelah kampus Inderalaya, berikutnya akan diberlakukan pula di Kampus Unsri Bukit Besar.

“Semua harus pakai ID card. Kalau sekarang, mobil banyak yang masuk kampus, tapi bukan punya mahasiswa dan dosen. Apalagi mobil karyawan. Nanti di portal akan kita pasang. Jadi kampus ini terbatas hanya orang Unsri saja,” tuturnya.

Menurut dia, saat mahasiswa mendaftar untuk kuliah, sudah ada pernyataan tidak boleh membawa kendaraan pribadi. Sehingga bisa tertib.

“Masa kuliah cuman sejam setengah, tapi mencari parkir dua jam. Kenapa memaksakan diri semua membawa hartanya ke dalam kampus. Padahal sudah ada perjanjian dengan Unsri tidak bawa kendaraan,” kata dia.

Ia mengatakan, sudah ada jalan yang dibuat di dalam kampus untuk mempermudah akses. Mahasiswa minta diantar saja atau gunakan taksi online. “Nanti tinggal di drop saja, tidak usah parkir,” ucapnya.

Untuk mahasiswa, dosen, dan karyawan yang tinggal di areal kampus, ia melanjutkan, kendaraannya nanti akan ditempeli stiker khusus. “Harapan saya 2020 ini stikernya sudah ada. Saya utamakan di Inderalaya dulu. Jadi nanti kita tahu mana mahasiswa, karyawan, dan orang luar,” tukasnya.

Ia mengambil kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya ada kejadian mahasiswa Unsri yang jadi korban kecelakaan di dalam kampus.

“Ada anak kita yang meninggal ditabrak dalam kampus. Yang menabrak bukan orang kampus, orang luar. Mobilnya orang luar, sudah tua dan remnya blong. Saya selaku rektor punya kewajiban. Itu tanah Unsri, tanah pendidikan. Bukan tempat lewat umum,” ujarnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here