Home Sumsel Masyarakat Mulai Menyetok Bahan Pokok

Masyarakat Mulai Menyetok Bahan Pokok

0
Tampak salah satu warga memborong bahan pokok di Pasar Indralaya, Ogan Ilir.

INDRALAYA. PE- Adanya isu keramaian dibatasi akibat dari wabah Virus Corona atau Covid-19, membuat Warga Indralaya mulai menyetok bahan makanan dengan berbondong-bondong menyerbu Pasar Indralaya.

Seorang pembeli, Evi (37) mengatakan, bahwa dirinya mendengar jika Pasar Indralaya akan ditutup sementara.
Makanya, ia pun membeli bahan makanan untuk stok makanan sehari-hari.

“Saya dengar di Jakabaring akan ditutup. Takutnya di sini juga ditutup, maka kami borong bahan makanan,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (25/03/2020).

Bahan yang ia beli seperti gula, minyak, dan sembako lain. Terutama buah-buahan, ia beli agar asupan vitamin keluarganya tetap terjaga.

“Takut ada Corona ini, jadi kami beli buah-buahan. Untuk vitamin keluarga juga,” jelasnya. Sementara itu, pedagang sembako di Pasar Indralaya, Amir menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Ia mengatakan, tidak ada imbauan dari pihak keamanan maupun pengelola pasar yang mengatakan jika Pasar Indralaya akan ditutup karena antisipasi Corona. “Gak ada, kalau ada pasti kami diberi tau dari polisi atau pasar,” ujarnya.

Namun ia mengakui jika ada lonjakan pembeli pada hari ini, dibandingkan hari-hari biasa. Dimana, terjadi kenaikan pembeli hingga 5 persen dari sebelumnya.

“Biasanya omzet kita di angka Rp5-6 juta di hari biasa. Kali ini, hampir di angka Rp10 jutaan,” ungkapnya.

Terlepas dari hal itu, dirinya tetap waspada saat berdagang di tokonya tersebut. Sebab, Pasar Indralaya merupakan kerumunan massa yang didatangi oleh masyarakat dari berbagai daerah.

“Tetap beraktivitas seperti biasa, tapi tetap waspada. Karena itu tadi, bahaya kalau sudah kena Corona,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Pasar Indralaya, Angga mengaku bahwa saat ini belum ada instruksi pasar ditutup. “Masih berjalan normal Pak, baik Pasar Indralaya, Tanjung Raja, dan Cinta Manis,” katanya.

Baca Juga  Pasien Positif Corona di Sumsel Jadi 2 Orang

Keramaian pasar terjadi pada saat pagi hari. “Jam 11 keatas, baru mulai sepi,” uangkapnya saraya mengaku rata-rata kenaikan bahan pokok yang banyak berasal dari komoditi impor, contohnya gula pasir dari Rp15 ribu sekarang 18500. Sedangkan komoditi lokal masih stabil.

“Kami berharap wabah ini cepat selesai dan perekonomian yang makin anjlok ini cepat pulih, serta masyarakat biso bijak dalam menyikapi keadaan sekarang ini. Tetap patuhi imbauan pemerintah, jaga kebersihan, dan jangan mudah terpancing hoax, karena biso memperburuk keadaan sekarang,” harapnya. VIV

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here