Home Pilihan Redaksi Mengoptimalkan Fungsinya, Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Selenggarakan Lomba Permainan Tradisional

Mengoptimalkan Fungsinya, Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Selenggarakan Lomba Permainan Tradisional

0
Jenis pelombaan yang dilombakan pun sengaja perlombaan tradisional selain mengingatkan bahwa permainan permainan tradisional itu pernah ada.

LUBUKLINGGAU, PE – Museum Sub Komando Sumatera Selatan (Subkoss) Garuda Sriwijaya yang berada di Jalan Garuda, Kelurahan Bandung Kanan, Nomor 01, Kecamatan Lubuklinggau Barat 2, Kota Lubuklinggau seakan tak setop berinovasi. Dalam rangka mengoptimalkan fungsi museum sebagai tempat penelitian, pendidikan dan rekreasi edukatif kultural, serta memperkenalkan museum dan menarik minat agar masyarakat cinta museum.

Museum Subkoss Garuda Sriwijaya di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel belum lama ini telah menggelar perlombaan tari dan permainan tradisional. Permainan tradisional antara lain engrang batok, engrang kayu, congklak, bakiak, pantak lele, cengkleng, yeye karet gelang, ekar sendok, main giring ban, lari karung dan makan kerupuk.

Dalam perlombaan yang diselenggarakan awal Oktober lalu diikuti para siswa perwakilan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat se-Kota Lubuklinggau membanjiri Museum Subkoss. Bahkan antusias pelajar dan guru terlihat lebih nyata berdasarkan senyum ikhlas yang terpancar di raut muka mereka saat mengikuti perlombaan.

“Kami sangat senang sekali ikut perlombaan ini. Karena sudah jarang kami temui permainan tradisional ini. Permainan seperti pantak lele tidak ada lagi dimainkan di lingkungan kami. Juga permainan tradisional lainnya tidak pernah kami temukan lagi,” ujar Yolan (15), siswa SMP Negeri 5 Lubuklinggau saat mengikuti kegiatan perlombaan.

Bahkan salah seorang guru SMAN 4 Lubuklinggau, Agam Fanzu sangat mengapresiasi pihak Museum Subkoss yang telah kembali mengingatkan masyarakat terutama pelajar bahwa ada permainan tradisional yang asyik untuk dimainkan daripada pelajar kecanduan gadget.

“Kegiatan ini harus dikembangkan. Kami siap membantu, bahkan siap sukarela bekerja mengembalikan dunia anak-anak supaya lebih cemerlang tanpa gadget,” ungkapnya.

Agam yang merupakan guru mata pelajaran sejarah juga mengapreasi pihak Subkoss yang sudah mulai muncul dengan menggelar kegiatan. Karena semakin banyak kegiatan digelar ke Museum semakin membantu sosialiasi museum ke hati masyarakat, terutama pelajar.

“Ini sangat mengedukasi pelajar dalam mengenalkan museum di Lubuklinggau. Apabila nanti pelajar sudah paham maka minat mereka untuk datang ke museum juga meningkat. Kami para guru terutama guru sejarah sangat berterimakasih. Kami akan menjadwalkan kunjungan bersama siswa ke Museum Subkoss,” paparnya.

Sementara itu, Kepala UPT Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi SH mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan untuk kembali mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya warga Lubuklinggau dan sekitarnya bahwa di Bumi Sebiduk Semare ini ada Museum Subkoss yang merupakan bagian dari sejarah Indonesia.

Chandra mengungkapkan, jenis pelombaan yang dilombakan pun sengaja perlombaan tradisional selain mengingatkan bahwa permainan permainan tradisional itu pernah ada, juga memberitahu atau merubah pola pikir anak anak pelajar di era modernisasi ini bahwa bisa asyik tanpa gadget dan android.

“Banyak permainan yang bisa dilakukan bersama teman teman lainnya dialam sekitar lingkungan tanpa harus mengeluarkan uang membeli kuota. Bahkan permainan tradisonal lebih menarik, lebih mengedukasi bagaimana bekerja sama dan bersosial kepada sesama dalam satu permainan,” tutup Chandra didampingi Koodinator Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, Eva Kusmalwati. AFA

 

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here