Home Headline News Meninggal, Keluarga Anggota KPPS Tolak Otopsi

Meninggal, Keluarga Anggota KPPS Tolak Otopsi

0
Ridwan, putra Almarhum Agus Triyono (61) Anggota KPPS TPS 2 Desa Danau Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang meninggal pasca menjalankan tugasnya di Pemulu 17 April 2019 lalu.

MUARADUA. PE – Kendati meninggal dunia setelah menjalankan tugas melaksanakan Pemungutan Suara Pemilu 17 April lalu, namun pihak keluarga Almarhum Agus Triyono (61) Anggota KPPS TPS 2 Desa Danau Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, menolak untuk dilakukan proses otopsi jenazah.

Anak Almarhum Agus, Ridwan membenarkan sang Ayah telah meninggal dunia pada 15 Mei lalu, lantaran menderita sakit setelah menjalankan tugas sebagai Anggota KPPS TPS 2.

“Benar, Ayah saya meninggal dunia setelah selesai menjalankan tugas sebagai angggota KPPS di desa kami Danau Jaya,” ungkapnya. Ahad (19/5).

Warga Dusun VII mengatakan, sang ayah sebelum sakit dan akhirnya meninggal dunia usai menjalankan tugas sebagai KPPS. Saat berangkat ke TPS, Rabu, 17 April Pukul 07.00 WIB, kondisi Almarhum terlihat sehat.

“Beliau waktu itu menjalankan tugas hingga selesai Pukul 03.00 WIB dinihari, Kamis (18/4). Sepulang dari TPS baru mengeluh sakit perut,” tambahnya.

Lantaran mengira hanyalah sakit perut biasa, maka keluarga membawa Alhamarhum ke Bidan Desa (Bides) sehingga langsung dirawat Oleh Bidan.

“Sempat menghabiskan infus 3 botol tetapi kondisi beliau belum membaik, sehingga kami bawa ke Belitang untuk dibawa ke pengobatan tradisional karena kondisi keluarga kami tak mampu,” jelasnya.

Kendati sang Ayah meninggal dunia setelah alami sakit usai Pemilu, dia dan keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah sang ayahnya.

“Saya selaku anak kandung ayah saya, menolak dilakukan proses otopsi. Kami sekeluarga sudah ikhlas dengan kepergian beliau ini,” tambahnya.

Hanya saja, dia meminta semua pihak agar dapat menghargai jasa dan pengorbanan KPPS yang telah menjalankan tugas mengorbankan jiwa dan raga.

“Kami meminta seluruh masyarakat agar dapat menghargai pengorbanan ayah saya, yang menjalankan tugas hingga akhirnya meninggal dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU OKU Selatan Ade Putra Martabaya SH mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu konfirmasi dari KPU Pusat apakah yang bersangkutan menerima santunan sesuai ditentukan.

“Kami masih menunggu tindak-lanjut laporan yang sebelumnya kami sampaikan, nanti memang sudah ada kejelasan kami akan datang langsung untuk menyampaikan santunan sebagaimana disebutkan KPU Pusat,” pungkasnya. DRE

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here