Home Headline News Miris, Atlet Taekwondo OKUS Nginap di SPBU saat Ikut Kejurnas

Miris, Atlet Taekwondo OKUS Nginap di SPBU saat Ikut Kejurnas

0
Para atlet dan pelatih terpaksa menginap di POM Bensin, lantaran mengalami keterbatasan biaya.

MUARADUA. PE – Apa yang dialami atlet taekwondo asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan saat ikut dalam ajang Taekwondo UTI PRO tingkat Nasional di Bukit Tinggi Sumatera Barat (Sumbar), Ahad (1/9), cukup membuat hati miris.

Bagaimana tidak, karena kekurangan dana, kontingen OKUS ini terpaksa tidur di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU/POM bensin) yang ada di dekat lokasi lomba. Namun kendati terhalang sejumlah kendala, atlet Taekwondo OKUS berhasil membawa pulang 3 Medali Emas, 1 Perak dan 3 Perunggu.

Dimana dalam even di Sumbar itu, OKU Selatan memberangkatkan 7 Atlet dan 2 orang Pelatih. Adapun atlet dibawah naungan UTI Pro OKU Selatan yang berprestasi meliputi Diah Ayu Andin untuk Senior Under 57 Kilogram, juga atlet terbaik Putri Senior. Lalu peraih emas masing-masing Ita Kunisa Under 46 Kilogram Junior, Dea Resti Under 59 Kilogram Junior dan Mareta Dwitasari Under 44 Kilogram Junior.

Untuk Perak diraih Mareta. Sementara untuk Perunggu, masing-masing diraih oleh Dina Klarisa Under 63 Kilogram Junior, Dikma Under 54 Kilogram Senior, dan Alfedo Riung Riansyah Under 55 Kilogram Senior yang sekaligus berhasil meraih Juara Harapan I.

Pengurus Taekwondo UTI Pro OKU Selatan Sudirman mengatakan, 7 Atlet Taekwondo yang diberangkatkan dengan biaya hasil urunan pengurus itu, berhasil meraih juara.

“Kami memberangkatkan 7 Atlet dan 2 orang Pelatih. Alhamdulillah, 7 atlet yang salah satunya pelatih ikut dalam lomba tingkat senior berhasil raih medali. Walaupun biaya seadanya dari urunan, dan juga ada sumbangan pribadi dari Camat BPRRT sebesar Rp 500 ribu dan Camat Banding Agung Rp 700 ribu,” ujarnya, Senin (2/9).

Dikatakannya, atlet dan pelatih berangkat pada Rabu (28/8) lalu dengan menggunakan satu minibus untuk mengikuti Kejuaraan Nasional selama 3 hari.

“Kami menempuh perjalanan selama sehari dua malam untuk sampai di Bukit Tinggi lokasi Kejurnas, itupun para atlet dan pelatih yang ikut terpaksa berdesak-desakan dalam satu Minibus,” katanya.

Keterbatasan biaya, kata dia, para Atlet dan Pelatih terpaksa menginap di POM Bensin tak jauh dari lokasi bertanding. Untuk makanpun mereka memilih makanan yang terjangkau dengan kanton, agar bisa pulang kembali ke Kabupaten OKU Selatan.

“Sempat nginap di hotel dengan harga Rp 300 ribu permalam, itupun kami hanya mampu menyewa 2 kamar demi mengirit biaya selama disana. Kami dan atlet terpaksa cek out sebelum bertanding, karena jika tidak kami tak memiliki biaya lagi untuk pulang,” katanya.

Dia mengaku, diungkapkannya pengalaman tersebut bukan untuk menyudutkan pihak manapun. Namun, hanya ingin memberikan motivasi atlet lain, bahwa prestasi tak harus diraih dengan fasilitas serba ada dan mewah.

“Kami hanya berharap atlet manapun dan organisasi manapun yang ingin berkarya, harus dapat ditanggapi dan didukung oleh pihak berwenang kedepan,” katanya.

Senada diungkapkan pelatih lainnya, Diah, yang mengaku, sangat bersyukur dengan torehan tersebut, walaupun mereka mengalami kendala berangkat ke Sumbar. “Atlet dan Pelatih Taekwondo UTI Pro OKU Selatan mampu meraih prestasi ini, menjadi motivasi para atlet lain untuk bisa meraih prestasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KONI OKU Selatan Windya Alhadipuro SE mengapresiasi torehan prestasi para atlet yang berdiri dalam naungan UTI Pro tersebut. “Kami mengapresiasi torehan atlet asal OKU Selatan ini, karena mampu membawa harum daerah,” katanya.

Dia mengaku tak bisa berbuat banyak membantu pendanaan dalam memberangkatkan atlet tersebut, lantaran terkendala aturan teknis dalam organisasi KONI.

“Kami tak bisa membantu dana memberangkatkan para atlet tersebut karena kendala aturan teknis, dan UTI Pro bukan dibawah naungan KONI,” katanya.

Dia menyatakan, aktifitas ataupun kegiatan UTI PRO dalam hal ini Taekwondo Kasuari Club berada dalam naungan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), yang membawahi Olahraga Profesional. Artinya, UTI Pro berada diluar naungan dan pembinaan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) OKU Selatan.

“Nah, sebagai organisasi di bawah KONI, PBTI ditunjuk untuk melaksanakan Pembinaan Prestasi Olahraga Amatir Cabang Olahraga Beladiri Taekwondo. Maka, terhadap hal-hal berkenaan dengan administrasi organisasi, kegiatan latihan maupun keikutsertaan atlet dalam pertandingan (diluar pembinaan dan naungan KONI, red), dan itu semua diluar kewenangan dan tanggung jawab kami,” katanya. DRE

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here