Home Headline News Miris, Empat Tahun Hidup dengan Rantai Terlilit di Pinggang

Miris, Empat Tahun Hidup dengan Rantai Terlilit di Pinggang

0
Ar yang harus hidup selama 4 tahun dengan rantai di pinggangnya, Selasa (20/8).

MURATARA, PE- Ar (15) Warga Kelurahan Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), selama 4 tahun ini terpaksa hidup dengan kondisi pinggang terikat rantai yang terikat di tiang rumahnya. Mirisnya, penderitaan remaja ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Berdasarkan Informasi yang berhasil didapat dari masyarakat sekitar, Ar yang merupakan anak bungsu dari Ibu Rosna itu, tergolong keluarga kurang mampu dan putus sekolah itu. Dia mengidap penyakit gangguan jiwa, setelah salah bergaul yang akhirnya terpengaruh narkoba.

Diungkapkan Iwan (30) yang pernah melihat kondisi Ar, dia sangat prihatin dengan usia yang masih belia itu harus mengidap penyakit itu dan hingga kini selama 4 tahun terantai. Apalagi, Ar belum mendapatkan pengobatan karena ekonomi keluarga yang kurang mampu sejak meninggalnya sang ayah.

“Saat saya kesana saya miris melihat keluarga Ar yang tinggal di rumah seukuran 5×5 meter, dengan ibunya sebagai punggung keluarga yang bekerja menjadi petani upahan masyarakat disana. Paling sedih lagi, selama 4 tahun anak Ar hidup dnegan rantai yang terikat di pinggangnya dan belum ada bantuan dari pemerintah sendiri,” kenangnya, Selasa (20/8).

Melihat kondisi itu, Iwan berharap Pemerintah Kabupaten Muratara melalui dinas terkait dapat membnatu pengobatan Ar. Selain juga tempat tinggalnya yang jauh dari kata layak, agar mendapat bantuan program bedah rumah dari pemerintah.

Sementara Camat Ulu Rawas Mukhtaredi saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan, dia belum mendengar adanya warga Kelurahan Muara Kulan menderita gangguan jiwa dengan kondisi tubuh dirantai. “Maaf, saya lagi nyetir,’’ ujarnya singkat. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here