Home Headline News Namanya Disebut-sebut di Persidangan Kasus Suap Bupati, Wakil Bupati Juarsah Bakal Tempuh...

Namanya Disebut-sebut di Persidangan Kasus Suap Bupati, Wakil Bupati Juarsah Bakal Tempuh Upaya Hukum

0
Wakil Bupati Muara Enim, Juarsah.

MUARA ENIM, PE – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Muara Enim H Juarsah angkat suara terkait dirinya yang disebut-sebut ikut menerima aliran dana dari terdakwa Robi Okta Fahlevi yang menjalani sidang perdana dugaan suap Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani.

Ditemui Kamis (21/11) , Juarsah menyebut tak mengetahui kasus menimpah Robi yang turut menjerat Bupati dan sejumlah pejabat Muara Enim. Bahkan Juarsah pun tak mengenal siapa Robi.

“Saya tidak tahu (kasusnya), tidak kenal Robi, sampai hari ini pun saya belum pernah ketemu sama sekali, jadi tidak mengetahui hal ini,” kata Juarsah singkat.

Meski demikian, politisi partai kebangkitan bangsa (PKB) itu menyerahkan semua masalah hukum yang menjerat Bupati dan pejabat Muara Enim beserta Robi kepada pihak berwajib. “Jadi selanjutnya kita serahkan dengan pihak yang berwajib atau hukum lah yang dipercaya,” tuturnya.

Mengenai namanya yang disebut di persidangan oleh terdakwa Robi, Juarsah mengaku siap mempertimbangkan langkah hukum,”Mungkin bisa jadi kalau kita difitnah, makanya kita ambil (langkah hukum),” tegasnya

Sebelumnya, Wakil Bupati Muara Enim yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Juarsah bersama Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan 22 anggota DPRD disebut menerima aliran dana suap dari Robi Okta Fahlevi.

Hal tersebut terungkap dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan kasus dugaan korupsi 16 proyek peningkatan dan pembangunan jalan di Kabupaten Muara Enim tahun 2019 di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (20/11).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat membacakan dakwaan menyebut, dalam mendapatkan 16 proyek yang bersumber dari APBD Muara Enim 2019 senilai Rp129,426 miliar tersebut diharuskan membayarkan fee dengan total 15 persen dari nilai lelang.

Rinciannya, 10 persen diberikan kepada Bupati nonaktif Muara Enim Ahmad Yani dengan nilai total Rp12,5 miliar berupa uang tunai. Sementara 5 persen sisanya diberikan kepada 4 orang lain yakni Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas PUPR Muara Enim Elfin Muhtar yang merupakan PPK 16 proyek jalan, Ramlan Suryadi yang menjabat sebagai Kepala Bappeda merangkap Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Ketua Pokja IV Dinas PUPR Muara Enim Ilham Sudiono, serta Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dengan nilai total Rp8,351 miliar.

Dari jatah fee 10 persen milik Ahmad Yani, dibagikan kepada Wakil Bupati Muara Enim yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Juarsah senilai Rp2 miliar dan kepada 22 anggota DPRD Muara Enim dengan nilai total Rp4,850 miliar.

Elfin Muhtar menerima fee total senilai Rp2,695 miliar dalam bentuk uang tunai dan transfer bank, tas mewah merek Louis Vuitton senilai Rp25 juta, dan sepatu bola basket Rp20 juta. Ramlan Suryadi menerima total senilai Rp1,115 miliar. Suap tersebut sebagian besar bentuk uang tunai dan transfer bank mata uang rupiah, 3 ribu dolar AS, serta ponsel Samsung Note 10 senilai Rp15 juta.

Sementara Ilham Sudiono menerima suap total Rp1,51 miliar dalam bentuk uang tunai dan transfer. Serta Aries HB menerima pemberian total senilai Rp3,031 miliar dalam bentuk mata uang rupiah, dolar AS, serta yuan China.

Sementara itu, sejumlah oknum anggota DPRD Muara Enim, yang diduga menerima aliran dana fee proyek terungkap dalam persidangan itu, terkesan kompak satu suara dalam memberikan jawaban.

Indikasi itu terlihat dari beberapa oknum anggota dewan yang berhasil dihubungi media ini, memberikan jawaban yang sama. “Kapan anggota dewan ketemu Robi? Kita sama sekali tidak kenal, apalagi pernah bertemu dengan Robi. Apalagi terima uang dari Robi,” jelas H Umam Pajeri, mantan anggota DPRD Muara Enim yang namanya disebut dalam dakwaan tersebut, yang berhasil dimintai klarifikasinya, Kamis (21/11).

Senada diutarakan H Marsito, anggota DPRD Muara Enim yang namanya juga disebut dalam dakwaan tersebut menerima aliran dana suap fee proyek itu. “Saya kaget. Saya tidak tau dan tidak kenal dengan Robi. Saya tau Robi setelah membaca media,” jelas H Marsito yang berhasil dimintai klarifikasinya, Kamis (21/11).

Di tempat terpisah, Sekretaris DPC PDI-P Muara Enim, Imam Mahmudi, yang dimintai tanggapannya seputar dugaan suap fee proyek kepada 22 oknum anggota DPRD Muara Enim tersebut tidak bersedia memberikan tanggapan. “Terkait permasalahan itu saya no comment,” ujar Imam yang dijumpai di kantor DPC PDI-P Muara Enim, Kamis (21/11). AFU

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here