Home Ekonomi Nilai Investasi Sumsel Sentuh Rp17,4 Triliun

Nilai Investasi Sumsel Sentuh Rp17,4 Triliun

0

PALEMBANG, PE – Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Selatan mencatat, pertumbuhan nilai investasi di Sumatera Selatan mengalami pertumbuhan yang baik. Tahun ini, nilai saham yang di provinsi ini menyentuh Rp17,4 triliun. Nilai ini mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya hanya berkisar Rp7,6 triliun.

Informasi yang dihimpun palpres.com, perbandingan nilai saham dari dua tahun terakhir tersebut disebabkan ada beberapa perubahan sistem yang berimbas pada nol rupiah. Seperti pada bulan April dan Mei 2018, diketahui tidak ada sama sekali data transaksi investor pasar modal (saham). Hal ini disebabkan karena terjadi perubahan sistem teknologi perdagangan bursa ke sistem yang baru untuk meningkatkan keamanan transaksi bursa di masa mendatang.

Kondisi berbeda justru terlihat pada tahun 2019, tercatat saham tertinggi di Sumsel terjadi pada bulan Mei 2019 nilai saham yang tercatat mencapai Rp2,7 triliun, sedangkan April 2019 Rp1,2 triliun. Dengan pertumbuhan data nilai transaksi saham ini berimbas pada pertumbuhan investasi naik lebih dari dua kali lipat.

Kepala Bagian Wilayah Kota Palembang BEI, Hari Mulyono menjelaskan, pertumbuhan data transaksi investasi dipengaruhi banyaknya investor yang ada di Sumsel.

“Pasar modal ini sebagai solusi pendanaan. Apalagi sekarang kita sudah memiliki layanan dan produk baru bernama e-RUPS,” terang dia disela menggelar Workshop Wartawan Sumsel Pasar Modal Sebagai Pengembangan dan Media Investasi, Jumat (14/2).

Masih kata Hari, hasil pencatatan Initial Public Offering (IPO) 2019 asal Sumsel, ada satu perusahaan yang berpusat dan berkantor di Sumatera Selatan yakni PT Ginting Jaya Energi Tbk. Perusahaan swasta yang tercatat di BEI pada 8 November 2019, merupakan perusahaan ke empat yang berkantor pusat di Palembang, setelah PT Bukit Asam (PTBA), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR).

“Sebagai perusahaan swasta murni pertama asli Sumsel yang menjadi perusahaan publik tercatat di BEI, melepas 752 juta saham atau setara dengan 30,29 persen dari total modal yang disetor dengan penghimpunan dana IPO sebesar Rp337, 5 miliar dengan harga saham perdana Rp450,” papar dia.

Dari traffic nilai saham tersebut, pihaknya optimis bisa kembali mengembangkan pasar modal sebagai solusi pendanaan. “Dari program yang kita sampaikan, kita berharap bisa dimanfaatkan oleh pengusaha sehingga bisa meningkatkan data transaksi pasar modal di Sumsel,” jelasnya. DVI

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here