Home Headline News Otak Pembunuhan Sopir Taksol Dituntut Mati

Otak Pembunuhan Sopir Taksol Dituntut Mati

0
Terdakwa tampak tertunduk saat mendengar tuntutan mati yang diajukan JPU kepadanya.

PALEMBANG, PE – Jaksa Penuncut Umum (JPU) M Purnama Sofyan SH MH, menuntut vonis mati t Akbar Al Faris, terdakwa otak kasus pembunuhan terhadap Sofyan sopir taksi Online. Tuntutan diajukan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus Palembang, Kamis (16/1/2020).

“Menyatakan terdakwa Akbar Al Faris terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Akbar Al Faris dengan pidana mati,” tegas JPU Purnama.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Efrata Happy Tarigan SH menunda jalanya persidangan hingga pekan depan guna memberikan kesempatan bagi terdakwa melalui penasehat hukumnya, untuk menyiapkan nota pembelaan atau pledoi dalam persidangan selanjutnya.

Dalam dakwaan JPU, bermula Kamis 29 Oktober 2018 , terdakwa Akbar bersama Acuandra, Franata Ariwibowo (penuntutan dilakukan terpisah) dan Riduan berada di Area SPBU KM. 5 Jl. Kol. H. Barlian seberang Korem Garuda Dempo Palembang.

Kemudian terdakwa mendekati dan meminta bantuan pengemudi Gojek untuk dipesankan mobil angkutan dari aplikasi mereka, namun gagal. Selanjutnya sekira pukul 13.38 WIB, terdakwa meminta bantuan kepada seorang perempuan yang bernama Leyla Kadarisna Tyas Murni yang saat itu sedang berada di SPBU KM. 5 Palembang bersama 2 orang temannya yang bernama Fitri Aprilia dan Hani Amariah untuk memesan angkutan online GRAB dengan menggunakan akun GRAB milik Leyla Kadarisna Tyas Murni, dengan tujuan ke tempat travel. Akhirnya Leyla Kadarisna Tyas Murni memesankan angkutan online dengan tempat penjemputan di SPBU KM. 5 Jl. Kol. H. Barlian Palembang, dengan tujuan ke KFC Simpang Empat Bandara SMB II Palembang.

Saat melintasi rute belok kiri ke Jl. Soekarno Hatta setelah memutar kembali ke arah KFC Simpang Empat Bandara, terdakwa meminta korban Sofyan untuk berhenti lagi.

Lalu, Acuandra langsung merangkul leher korban dengan lengan tangan kanannya sehingga tercekik, dan kepala sopir di tarik dan dibawa melewati bangku depan tengah sampai akhirnya badan Korban Sofyan berada di tengah tengah jok depan dengan kepala mengarah ke belakang mobil.

Saat bersamaan dengan tangan kirinya Acuandra menarik tangan kanan korban, dengan tujuan agar mempersempit ruang gerak Sofyan yang mencoba berontak. Kemudian terdakwa membantu menekan dan menindih badan serta kaki korban supaya tidak berontak. Lalu Acuandra dengan kedua tangannya memegangi belakang kepala korban, dan menekan dengan tangan kirinya.

Korban berusaha berteriak meminta tolong. Di saat yang bersamaan, Riduan menggunakan kaki kanannya menginjak dan menekan kepala korban ke arah bawah ke lantai yang terganjal oleh konsole box yang ada di tengah jok depan, sampai akhirnya terdengar suara “krek” dari tulang tengkorak korban Sofyan. Tidak lama kemudian keluarlah darah dari hidung dan mulut Sofyan, dan pria malang itu meninggal dunia.

Setelah Korban Sofyan tidak bergerak lagi, mobil dibawaj menuju kearah Kabupaten Musi Rawas Utara. Di dalam perjalanan menuju ke daerah Kabupaten Musi Rawas Utara tersebut, semua barang milik korban Sofyan seperti handphone sengaja dipecahkan dan dirusak kemudian dibuang di tengah perjalanan bersamaan dengan barang barang lain seperti dompet yang berisikan identitas.

Saat melintasi jalan melalui ke Kecamatan Lakitan menuju ke Kecamatan Karang Dapo, sekitar 30 menit melalui jalan tanah berbatu itu, mobil berhenti. Kemudian tubuh korban Sofyan diangkat dan dibawa keluar dari dalam mobil melalui pintu tengah sebelah kiri, kemudian dibawa masuk sekitar 5 meter saja dari pinggir jalan tanah berbatu itu, Kemudian tubuh korban Sofyan diletakkan di tanah seperti parit, dengan tinggi sekira satu meter. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here