Home Politik & Pemerintahan PAN Geser Golkar Kursi Wakil Ketua DPRD Palembang

PAN Geser Golkar Kursi Wakil Ketua DPRD Palembang

0
uspanda Karibullah calon legislatif terpilih dari PAN

PALEMBANG, PE- Pasca Pemilu legislatif (Pileg) 2019 Palembang, muncul kejutan peraih kursi dan pimpinan DPRD Palembang untuk periode 2019-2024. Selain Demokrat yang meraih 9 kursi dan berhak pada jabatan ketua DPRD Palembang, Partai Amanat Nasional (PAN) berhasil meraih peringkat empat besar kali ini.

Setelah sebelumnya pada pemilu 2014 hanya meraih 3 kursi periode, PAN berhasil meraih 6 kursi naik dua kali dan berhak untuk duduk di kursi pimpinan (Wakil Ketua DPRD) Palembang ke 3, setelah Gerindra (Wakil Ketua I), dan PDIP (Wakil Ketua II). PAN menggeser posisi Golkar yang hanya berada diurutan ke 5 pada Pileg 2019 di Kota Palembang.

Ruspanda Karibullah calon legislatif terpilih dari PAN mengatakan, meski baru akan duduk di kursi DPRD Palembang pada 30 September mendatang, namun dari 5 kandidat lainnya dirinya berpeluang besar akan duduk sebagai pimpinan DPRD Palembang, meski ada 2 anggota DPRD incumbent (Kgs Ishak dan Fauzi Achmad).

“Insya Allah, kursi pimpinan,”ujar Ruspanda, Selasa (13/8). Pria yang selama ini dikenal sebagai aktivis kampus di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) ini, bukanlah orang baru di dunia politik. Sebab pada Pileg 2014 lalu, ia juga sempat mencalonkan diri dari posisi dan dapil yang sama. Namun, nasib berkata lain, partainya tidak meraih kursi di dapil tersebut, dan baru Pileg 2019 ia berhasil lolos ke legislatif.

Mengenai kursi pimpinan yang isunya akan jatuh pada dirinya, Ruspanda tak menampiknya, karena peluang tersebut ada pada dirinya selaku pengurus inti partai (Ketua, Sekretaris dan Bendahara), dan saat ini ia menjabat selaku Sekretaris DPD PAN Palembang.

“Untuk pimpinan pengurus KSD, salah satunya saya, dan itu mengacu SK sebelumnya, ” tuturnya, seraya nanti akan ada putusan dari DPP soal penunjukan hal tersebut.

Ditambahkan Panda, sapaan akrab Ruspanda, selain dari kepengurusan inti partai kriteria lainnya, bisa saja partai melihat dari suara terbanyak yang didapat.

“Bisa saja mengacu ke suara terbanyak (Fauzi), kalau tidak ada senior (sudah pernah duduk di DPRD) dan kepengurusan KSB. Tapi semuanya tetap keputusan DPP, dan DPD hanya merekomendasi beberapa nama, minimal 3 nama yang diserahkan ke DPW untuk diteruskan ke DPP,” tandas alumni Teknik Arsitek UMP ini.

Dikatakan Panda, meski Pemilu 2019 lebih berat dibanding pemilu 2014 lalu, namun perolehan kursi yang didapat PAN kota Palembang melonjak 100 persen. Hal ini karena dilaksanakannya Pemilu serentak (Pileg dan Pilpres), serta kerja keras caleg PAN.

“Komite pemenangan Pemilu daerah, dan adanya kerja kolektif caleg dibawah DPD Palembang, bisa membuahkan hasil positif. Sebenarnya 2019 ini lebih all out segala-galanya, dan lebih ektra dibanding 2014. Apalagi ini berbarengan Pilpres, sehingga kerja untuk mendapatkan kursi lebih sulit. Tapi nyatanya bisa, sebab kita selektif dalam merekrut caleg yang diusung, bukan hanya terkenal atau tokoh, tapi ada energi yang dilakukan untuk pencitraan itu sendiri,” tandasnya. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here