Home Headline News Pasutri Jadikan Anak Asuh Budak Seks dan Korban KDRT

Pasutri Jadikan Anak Asuh Budak Seks dan Korban KDRT

0

SEKAYU, PE- Kelakuan pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Beji Mulyo Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin ini tidak patut ditiru. Bagaimana tidak, anak asuhnya sendiri sebut saja Bunga (14) dijadikan budak seks dan disiksa oleh Joko Setiawan (43) dan Eti Sumiati, bertahun-tahun lamanya.

Peristiwa tersebut diketahui, setelah Bunga yang sudah tidak tahan atas perlakukan kedua orang tua asuhnya itu melaporkan ketetangganya. Akibatnya pasutri tersebut harus mendekam di jeruji besi Mapolsek Tungkal Jaya, setelah jajaran unit Reskrim mengamankan mereka pada Selasa (30/7) sekitar pukul 14.00 WIB di kontrakan mereka di desa Beji Mulyo.

“Jadi korban terakhir diperkosa oleh pelaku Joko, tidak tahan akhirnya kabur ke rumah tetangga dan meminta pertolongan. Kita mendapat laporan kemudian langsung melakukan penangkapan,” ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kapolsek Tungkal Jaya Iptu Herman Junaidi, Kamis (1/8)

Dia menerangkan, kisah tragis yang menimpa korban ternyata berawal dari ibu kandungnya dulu sempat menikah dengan tersangka Joko. Keduanya kemudian berpisah, ditambah sang ibu kemudian berangkat ke Malaysia untuk bekerja sebagai TKW.

“Jadi pelaku masih terhitung ayah tiri, cuma berpisah dengan ibu korban. Lantas saat di luar negeri, ibu korban meminta pelaku merawat korban. Jadi dari kecil korban kemudian dalam pengasuhan pelaku, ibu korban bahkan sekarang sudah meninggal dan pelaku juga sudah menikah lagi (dengan tersangka Eti, red),” kata Herman.

Bertahun-tahun selama perawatan itulah korban yang sebatang kara mendapat perlakuan biadab. Semenjak umur 11 tahun, dia menjadi budak seks tersangka Joko, dia juga kerap di siksa dan dianiaya.

“Tapi perkosaan dilakukan tanpa sepengetahuan istrinya (Eti,red) jadi saat istrinya tidak dirumah. Tersangka juga kerap memukul, menyiksa, bahkan melempar korban ke rawa atau ke sungai, dalihnya karena korban kerap tidak menurut kalau diperintah,” tandas Kapolsek.

Perlakuan keji juga didapat korban dari pelaku Eti Sumiati, yang sehari-hari berjualan jamu. “Bukan seperti pembantu lagi diperlakukannya, tapi kerap dipukul dengan sapu, pelaku (tersangka Eti, red) juga kadang melempar korban ke rawa atau sungai. Itu kadang dilihat tetangga perlakuannya, makanya ibu tersebut juga kita naikkan berkasnya karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga,” beber Kapolsek.

Lantas mengapa Eti kerap menyiksa korban, Kapolsek mengatakan tersangka berdalih korban susah diperintah. Dia menjelaskan tersangka Joko ditahan di Mapolsek, sedang tersangka Eti ditahan di Mapolres Muba. “Diamankan di PPA, karena perempuan, tapi kita naikkan juga kasusnya,” ujarnya

Terkait aksi perkosaan, Kapolsek menjelaskan korban mengaku kerap diancam tersangka untuk tidak bercerita. “Mereka selama ini berpindah-pindah kontrakan, korban mengaku sudah sering hingga tidak tahan lagi. Untuk saat ini korban sudah kita titipkan dengan keluarga yang melapor, dia putus sekolah rencana saya akan kita masukkan ke Ponpes,” ujarnya

Kepada tersangka Joko dijerat dengan pasal 76 huruf d Jo Pasal 81 ayat 1 dan 2 UU No.35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Tersangka Eti kita jerat dengan Pasal 80 KUHP karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga,” tegasnya. MUH

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here