Home Palembang Pelaku Pembuang Sampah Kulit Durian Minta Maaf

Pelaku Pembuang Sampah Kulit Durian Minta Maaf

0
Tiga dari empat pelaku pembuang kulit durian di Sungai Musi, saat diamankan di markas Sat Pol PP Kota Palembang.

PALEMBANG, PE – Agus Haryanto, sopir pengangkut sampah kulit durian bersama rekannya Ade Rio yang menjadi Kernet Angkot Jurusan Sayangan-Lemabang, hanya bisa tertunduk lesu saat digiring ke Kantor Satpol PP Kota Palembang, Senin (13/1).

Keduanya tak menyangka tindakan yang dilakukan viral di media sosial, hingga akhirnya berurusan dengan Pemerintah Kota Palembang. Kejadian tersebut dilakukan Agus, Ahad (12/1) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

“Saya menyesal, bahkan saya tidak tahu kalau direkam dan viral. Awalnya mau dibuang ke lokasi dekat Boombaru, tapi tidak boleh oleh warga di sana jadi saat itulah refleks kepikiran buang di Jembatan Musi IV,” ujarnya sambil tertunduk.

Agus mengaku, tindakan tersebut baru pertama kali dilakukannya dan ia menyesal atas perbuatan yang melanggar peraturan Pemerintah Kota Palembang itu dengan upah senilai Rp 20 Ribu untuk tujuh karung sampah kulit durian. “Nyesel nian pak dak tahu kalau ada hu kumannya,” ujarnya.

Sehari-hari Agus dan Ade berprofesi sebagai Sopir dan Kernet Angkot Jurusan Sayangan-Lemabang, dengan penghasilan yang tidak menentu. “Disuruh buang sampah kulit duren bae, tapi nak dibuang ke Boombaru dan Muhajirin dak boleh. Refleks untuk langsung buang ke sungai,” tuturnya.
Atas perbuatan yang dilakukannya, Agus dan Ade hanya bisa menghaturkan permintaan maaf terhadap Pemerintah dan juga Masyarakat Kota Palembang. “Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pemerintah. Hal ini tidak akan saya ulangi lagi. Saya berharap masyarakat lainnya tidak melakukan seperti yang telah saya perbuat, “ujarnya.

Sementara itu, Adi Julianto membenarkan jika dirinya memerintahkan Agus untuk membuang sampah kulit durian, dengan upah Rp 20 Ribu untuk tujuh karung. Hanya saja, dirinya mengklaim tidak mengetahui jikalau sampah itu dibuang ke sungai.

“Tidak tahu kalau dibuang kesana,” ujarnya. Selain itu, Adi menegaskan tidak ada pula suruhan dari bos pemilik usaha durian di tempatnya bekerja untuk membuang sampah ke sungai. “Itu juga tidak ada suruhan,” tegasnya. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here