Home Sumsel Pembayaran Ganti Rugi Irigasi Upper Komering Sudah Melalui Musyawarah

Pembayaran Ganti Rugi Irigasi Upper Komering Sudah Melalui Musyawarah

0
Bupati OKU Timur H. M Kholid Mawardi, S.Sos, M.Si melalui Asisten Bidang Tata Pemerintahan Drs Dwi Suprianto melakukan pembayaran ganti rugi 264 persil lahan yang terdampak pembangunan irigasi Upper Komering.

MARTAPURA,PE- Sebanyak 264 Persil dari 331 persil lahan yang terkena dampak pembangunan jaringan irigasi Upper Komring di Desa Wana Sari dan Desa Harapan Jaya Kecamatan Semendawai Timur, telah dibayarkan ganti ruginya, Senin (3/12).

Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII, Lukman Hakim mengatakan, semua persoalan maupun masalah terkait ganti rugi ini telah mampu terakomodir, walaupun masih ada persyaratan persyaratan yang harus dipenuhi.

Sementara Kepala BPN OKU Timur Zamili, SH, MH dalam sambutannya juga mengatakan, proses ganti rugi ini setelah dilakukan pertemuan dan musyawarah.

“Pertemuan yang dilakukan sesuai dengan prosedur, dan yang masih bermasalah baik yang prosesnya melalui pengadilan, tetap akan di akomodir, ” katanya.

Sementara Bupati OKU Timur H. M Kholid Mawardi, S.Sos, M.Si melalui Asisten Bidang Tata Pemerintahan Drs Dwi Suprianto, ikut serta menyaksikan pembayaran ganti rugi 264 persil lahan yang terdampak pembangunan irigasi Komering yang melintasi dua desa.

“Saya berharap kepada warga yang menerima uang ganti rugi, baik dari Desa Harapan Jaya dan Desa Wanasari, bisa memanfaatkan uang ganti rugi tersebut dengan sebaik mungkin,” kata Asisten.

Sedangkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Ogan Komering Ulu Timur, Yuli Akman, SE, MM mengatakan bahwa ganti rugi tanah warga yang terkena dampak pembangunan sudah dilakukan oleh Satuan Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII.

“Pemerintah Kabupaten OKU Timur telah memfasilitasi antara pihak SNVT PJPA Sumatera VIII dan Badan Pertanahan Nasional dengan masyarakat, untuk melakukan pembayaran ganti rugi kepada 331 persil lahan,” katanya.

Dilanjutkan Yuli Akaman, dari 331 persil yang dibayarkan 264 persil, sementara sisanya masih dalam pembahasan ganti rugi.

“Sementara ada 30 persil masih dalam pembahasan penyelesaiannya. Untuk lahan pemakaman warga masyarakat Bali dan masyarakat Jawa akan segera dibayarkan, dengan prosedur ganti rugi yang akan diberikan kepada tokoh adat masyarakat suku Bali dan suku Jawa,” katanya.

Yuli Akman berharap, 30 persil yang masih dalam tahap pembahasan segera mendapat kepastian untuk dibayarkan dan 7 persil yang masih dalam gugatan pengadilan juga dapat selesai dengan baik.

“Pembayaran ganti rugi dibayarkan dalam bentuk rekening perbankan,” pungkasnya. JAY

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here