Home Kriminal Pemohon Pra Peradilan Hadirkan Saksi Ahli dari FH Unila

Pemohon Pra Peradilan Hadirkan Saksi Ahli dari FH Unila

0
Sidang Pra Peradilan penetapan tersangka dan penahanan terhadap Kamel alias Muhammad, legal group Thamrin, yang digelar di PN Palembang Klas 1 A Khusus.

PALEMBANG, PE- Sidang lanjutan Pra Peradilan penetapan tersangka dan penahanan terhadap Kamel alias Muhammad, legal group Thamrin selaku pemohon melawan penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel selaku termohon, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang Klas 1A Khusus, Selasa (13/8).

Agenda persidangan dengan hakim tunggal Toch Simanjuntak, SH, MH diawali penyerahan jawaban termohon. Dilanjutkan penyerahan barang bukti surat-menyurat dari pemohon maupun termohon serta mendengarkan keterangan saksi ahli yang diajukan pemohon, yakni Dr Edy Rivai,SH,MH ahli pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila).

Saat ditanya kuasa hukum pemohon terkait penetapan tersangka, Edi menyatakan salah satunya haruslah memenuhi unsur dua alat bukti yang cukup. “Dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka haruslah mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Termasuk barang bukti yang dihadirkan, juga tidak dapat diambil dari barang bukti perkara lainnya,” ujar Edy.

Rencananya sidang akan kembali dilanjutkan Rabu (14/8), yang akan mengagendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan termohon.

Usai persidangan, kuasa hukum termohon, Kompol Asep SH mengatakan perihal penetapan tersangka dan penahaman yang dilakukan penyidik telah sesuai dengan aturan hukum, dan berdasarkan pada dua alat bukti permulaan yang cukup sebagaimana yang diatur dalam KUHAP.

“Kami tetap berkeyakinan majelis hakim akan menolak upaya Pra Peradilan pemohon , an kami akan kembali melanjutkan penyelidikan kasus ini,” terangnya didampingi tim kuasa hukum termohon dari Binkum Polda Sumsel.

Disisi lain khukum pemohon, Titis Rahmawati,SH,MH berkeyakinan permohonan Pra Peradilan mereka ini akan diterima majelis hakim. “Kami hanya berharap hakim dapat memeriksa permohonan berikut bukti-bukti dan keterangan ahli yang kami ajukan ini, secara jeli dan cermat. Karena menurut kami penetapan klien kami sebagai tersangka ini tidak cermat,”jelasnya.

Sebelumnya Pra Peradilan ini bermula dari penetapan Kamel menjadi tersangka kasus bersumpah palsu melanggar pasal 242 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 56 KUHPidana, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LPB/73/I/2019/SPKT tanggal 21 Januari 2019 sebagaimana tertuang dalam Surat Panggilan Tersangka Nomor S.PGL/960/VII/2019/Ditreskrimum tanggal 24 Juli 2019. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here