Home Kriminal Penetapan Tersangka Dinilai Cacat Hukum, SJ Pra Peradilankan Polres Mura

Penetapan Tersangka Dinilai Cacat Hukum, SJ Pra Peradilankan Polres Mura

0
Kuasa Hukum SJ, Dodi IK bersama tim advokatnya saat mendaftarkan Pra Pradilan di PN Lubuklinggau, beberapa hari lalu.

MURATARA, PE- Dinilai memiliki kejanggalan dalam penetapan tersangka oleh Polres Musi Rawas, SJ, Kepala Desa di Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melalui kuasa hukum menempuh jalur Pra Peradilan terhadap termohon Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Wahyo Setyo Pranoto, Selasa (10/9).

Dimana Dodi IK didamping Henki bersama tim advokatnya yang menjadi kuasa hukum SJ, telah mendaftarkan permohonan Pra Peradilan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau kelas IB dengan nomor register :2/Pid.Pra/2019/PN.LLG tertanggal 09 September 2019. Pra Peradilan itu untuk menguji kebenaran sah atau tidak penetapan status tersangka SJ, oleh Polres Musi Rawas.

Diungkapkan kuasa hukum SJ, Dodi IK kepada Palembang Ekspres tujuan timnya sebagai kuasa hukum SJ mendaftarkan permohonan Pra Peradilan di PN Lubuklinggau adalah upaya hukum untuk menguji sah atau tidaknya penetapan status tersangka kliennya, oleh Polres Mura yang dinilainya cacat hukum.

Dia menilai penetapan tersangka kliennya dianggapnya tidak sah dan tidak berdasar hukum yang jelas, selain dengan penyitaan barang bukti yang dilakukan secara tidak prosedural secara undang-undang. Ditambah dia bersama tim advokatnya, juga menemukan beberapa dokumen surat yang cacat formil dalam penetapan kasus SJ.

Diceritakannya, kronologis perkara kliennya pada saat SJ dilantik menjadi Kepala Desa dua tahun lalu, awal tugasnya dibentuklah Tim Desa untuk mempertanyakan hak warganya, atas lahan perkebunan plasma sawit perkebunan perusahaan yang berada wilayah desanya. Singkat cerita dengan kerja keras dan perjuangan panjang, tanpa biaya apapun akhirnya terbitlah SK Penerima Plasma dari Bupati Muratara untuk warga desanya saat itu.

Berbekal SK Penerima Plasma dari Bupati itu, karena lahan plasma tersebut belum akad kredit yang didasarkan pada keputusan rapat bersama dan notulen tertulis, pihak perusahaan sementara memberikan dana talangan untuk warga penerima plasma. Pada saat itu atas susah payah tim hingga berhasil mendapatkan plasma, warga menyumbang 100 ribu perhektar untuk mengadakan syukuran hingga terkumpul total sebanyak Rp 46 juta.

Lanjut Dodi, diketahui uang Rp 100 ribu itu dipotong KUD dari dana talangan yang diberikan perusahaan, uang kemudian diminta Ketua KUD Rodi untuk diserahkan ke tim melalui SJ yang juga kembali diserahkanya ke M Fadli selaku Tim Desa Pelaksana Syukuran. Karena syukuran akan dilaksanakan setelah terjadinya akad kredit, dengan alasan takut terpakai dana kembali diserahkan Fadli ke kliennya.

“Uang itulah yang dilaporkan saudara Husen warga penerima plasma ke Polres Mura, dengan terlapor ketua KUD An. Rodi. Tetapi anehnya yang ditetapkan tersangka adalah kliennya, yang sebelumnya sebagai saksi dengan tuduhan kasus penggelapan. Sementara bukti uangnya telah diserahkan ke pihak penyidik, dimana tuduhan pengelapan itu dan yang lebih aneh lagi Rodi sebelumnya sebagai terlapor sekarang menjadi saksi,” ujarnya.

Sementara hingga ditetapkannya status kliennya menjadi tersangka, lanjut dia, belum pernah sekalipun ada warganya mempertanyakan uang tersebut kepada SJ maupun M Fadli. “Dimana penggelapannya, sedangkan saat diminta penyidik uang itu langsung diserahkan SJ ke pihak penyidik, kenapa sekarang bisa jadi tersangka. Kami berharap nantinya hakim tunggal yang memeriksa dapat memberikan keadilan dan dapat mengabulkan permohonan kami, “ ujar sampai Advokat yang kerap menang Pra Praperadilan itu.

Terpisah dihubungi melalui ponselnya, Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Wahyo Setyo Pranoto, sebagai termohon mengugkapkan untuk menghubungi langsung bagian humas Polres Mura.

“Hubungi Bagian Humas Polres langsung ya Pak, tanya langsung saja disana. Silahkan tanya-tanya teman yang lain,” ujarnya. Sementara saat dihubungi melalui via WhatsApp bagian humas Polres Musi Rawas, hingga berita diterbitkan belum mendapatkan jawaban. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here