Home Ekonomi Perkuat Bisnis, In Come Realty Bakal Rambah Jakarta

Perkuat Bisnis, In Come Realty Bakal Rambah Jakarta

0
Direktur In Come Realty, Endang Wasiati Wierono

PALEMBANG.PE- In Come Realty, kantor keagenan properti terbesar di Kota Palembang, berencana memperluas binisnya dengan merambah Jakarta pada tahun ini.

“Jakarta secara volume transaksi sudah pasti beda. Perusahaan kalau mau besar, harus masuk Jakarta. Potensinya lebih besar,” kata Direktur In Come Realty, Endang Wasiati Wierono, di kantornya, Selasa (4/2/2020).

Ia tidak takut dengan banyaknya pesaing di ibukota. Justru itu membuat pengusaha berparas cantik, yang sudah sarat pengalaman di dunia properti ini, merasa tertantang.

“Pesaing itu membuat kita semakin kreatif. Kalau tidak ada pesaing, kita bingung mau berbuat apa. Terpenting fokus pada kekuatan diri sendiri,” ucapnya.

Servis kepada konsumen, menurutnya, harus terus diperbaiki, karena itu yang utama. Lalu, skill agen properti juga ditingkatkan.

“Dalam bisnis jasa itu, servis adalah yang utama. Saya tidak pernah takut dengan persaingan. Justru jadi pemicu untuk lebih semangat,” tukasnya.

In Come Realty yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, No. 3264 dan 3265 Palembang, melayani pengguna jasa yang hendak jual, beli, dan sewa properti di Kota Palembang.

Didukung lebih dari 50 agen properti, perusahaan ini siap membantu konsumen menemukan solusi atas permasalahan propertinya. Untuk penjual hanya dikenakan komisi 3 persen dari nilai terjual, dan untuk pembeli dikenakan 0 rupiah alias free of charge.

Lebih lanjut Endang mengatakan, bisnisnya adalah menjual informasi seputar properti kepada konsumen yang membutuhkan. Fokusnya sementara hanya sebatas Kota Palembang dan bukan ke daerah.

“Saya rasa di daerah masih belum ya. Kita fokus Palembang saja. Konsumen di daerah itu belum butuh agen properti,” ujarnya.

Ia melihat bisnis properti di Kota Palembang menjanjikan. Itu sebabnya ada banyak perumahan yang hadir di kota ini. Ruko-ruko juga menjamur. Termasuk pergudangan.

“Sekarang ini waktunya konsumen membeli properti, karena banyak pilihan. Kalau dulu, 2013, itu seller time. Properti dibangun berapapun habis. Sekarang tidak. Developer harus pintar-pintar pasang harga,” ucapnya.

Menurutnya, harga dalam bisnis properti bukanlah hal yang utama. Tergantung kebutuhan pembeli. Kalau untuk perusahaan, biasanya mereka sudah melakukan pemetaan. Kota Palembang ini seperti apa kepadatan penduduknya. Sesuai tidak dengan jenis bisnisnya.

“Kalau memang perusahaan itu cari lahan untuk gudang, tentu dia akan cari kompleks pergudangan. Atau lahan yang RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) memang pergudangan. Jadi tidak melulu soal harga,” tukasnya.

Dikatakan dia, pihak yang sensitif dengan harga adalah investor dan trader (makelar). Kalau pengguna (user) lebih kepada kebutuhan.

“Kalau sudah sesuai dengan kebutuhannya, mereka akan bersedia membayar,” ucapnya.

Dikatakan dia, sewa gudang lebih menjanjikan pendapatannya ketimbang sewa ruko. Jadi kalau mau berinvestasi, ia menyarankan untuk membeli gudang. Tiga sampai empat persen nilai sewanya.

“Investasi ruko bukannya kurang menarik. Tapi kalau dibandingkan dan keuangannya cukup, memang lebih baik beli gudang. Ruko-ruko yang dibangun tahun 2013 lalu saja ada beberapa yang tak laku. Ya itu tadi, karena lokasi,” tukasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here