Home Palembang Peserta Banyak Tak Tahu Selat Berhala

Peserta Banyak Tak Tahu Selat Berhala

0

PALEMBANG, PE -Pertanyaan seputar pelajaran Geografi dan sejarah benar-benar menjadi momok bagi peserta Sang Juara Ayo ke Museum tingkat SMA/SMK se Kota Palembang. Memasuki hari ketiga pelaksanaan lomba, yang digelar Harian Palembang Ekspres bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Museum Negeri Provinsi Sumatra Selatan Balaputra Dewa, banyak dari mereka yang sudah harus tersisih di pertanyaan pertama.

SMA Negeri 3 Palembang dan SMA Negeri 19 Palembang menjadi peserta pada gelaran kali ini. SMA 3 dapat giliran pertama. Pertanyaan sulit langsung dilontarkan panitia.

“Selat Berhala terletak di antara Pulau Sumatera dan Pulau Singkep, benar atau salah?” Agus Pongki dari Palpres membacakan soal pertama.

Mereka yang menjawab Salah diminta berdiri oleh Bethanica, panitia dari Palpres lainnya. Lebih separuh peserta yang berdiri. Ternyata mereka inilah yang dinyatakan tersisih.

“Saya tidak tahu Selat Berhala. Selat apa itu. Kalau Selat Karimata tahu,” kata seorang siswa yang harus tersisih.

Menurut Wikipedia, Selat Berhala atau Berhala Strait adalah selat yang memisahkan pulau Sumatera dan Singkep di Laut Cina Selatan, Indonesia. Pulau Berhala di selat ini, pernah diperebutkan oleh provinsi Kepulauan Riau dan Jambi. Walau akhirnya, dimenangkan oleh provinsi Kepulauan Riau.

Pertanyaan kedua, yang juga sulit, dibacakan oleh Bethanica, yakni nama latin harimau. Peserta terlihat agak ragu mengangkat kertas bertanda contreng untuk benar dan silang buat salah. Lagi-lagi banyak dari mereka tersisih.

Syakirah Zulya Azahra akhirnya berhasil menggondol juara 1 pada gelaran kali ini dan berhak melenggang ke final bersama empat rekannya yang lain.

“Kaget bisa juara. Gak nyangka. Tidak ada sih persiapan,” ucap siswa kelas sebelas ini.

Ia menilai soal yang diberikan panitia cukup sulit. Makanya baru dua soal saja sudah banyak rekannya yang tersisih.

Baca Juga  Terjebak Soal Asian Games

“Saya bernasib mujur bisa juara,” tukasnya sembari tersenyum.

Syaiful, guru Sejarah SMA 3 Palembang, menilai even ini sangat baik untuk mengajak siswa, yang merupakan generasi milenial lebih mengenal museum.

“Museum adalah tempat koleksi benda-benda bersejarah. Dengan adanya even ini, anak-anak muda kaum milenial bisa mengenal benda-benda bersejarah,” ucapnya.

Dikatakan dia, siswa yang disiapkan diambil dari kelas X IPA 1, XI IPA1, dan XI IPS 3. Mereka dianjurkan untuk lebih banyak membaca buku sejarah sebagai persiapan menghadapi event Sang Juara.

Untuk kompetisi sesi kedua yang diikuti SMA 19, hanya 25 siswa yang ikut serta dari kuota seratus orang. Mereka beralasan ada acara di sekolahnya sehingga peserta yang dibawa hanya seperempat dari kuota seratus orang.

Sebelum berlomba, peserta terlebih dahulu mendengarkan pengarahan dari Kepala UPTD Museum Balaputra Dewa Chandra Aprayadi, Pemred Palembang Ekspres M Iqbal, dan pemandu senior museum, Meri.

Setelah itu, peserta pun diajak keliling museum. Ya, inilah tujuan dari digelarnya even Sang Juara, yakni mengajak siswa, generasi milenial, untuk gemar ke museum. Di sinilah tempatnya untuk belajar, utamanya belajar sejarah.

Masing-masing rombongan peserta dipandu seorang pemandu. Mereka diharuskan mendengarkan penjelasan pemandu selagi melakukan tur keliling museum, karena bisa jadi itulah soal yang diberikan. Kalau rombongan SMA 3 memulai tur dari Galeri Melaka, SMA 19 menuju arena pameran kain tradisional Sumatera Selatan. CIT

Berikut daftar pemenang hari ketiga Sang Juara ‘Ayo ke Museum’, Jumat (8/11).
SMA Negeri 3 Palembang
Juara 1 Syakirah Zulya Azahra
Juara 2 Aisyah Rezki Nadiva
Juara 3 Dzakiyyah Fajriah Azhar
Juara 4 Dela Shepyah
Juara 5 Dwi Astina Putri

SMA Negeri 19 Palembang
Juara 1 Nurul Destiani
Juara 2 Rahma Sitiya
Juara 3 Lola Hervina
Juara 4 Nurhaliza Apliliyani
Juara 5 Ramadhan R

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here