Home Sumsel Pilkades 97 Desa, Potensi Konflik Patut Diwaspadai

Pilkades 97 Desa, Potensi Konflik Patut Diwaspadai

0
Bupati Popo Ali Martopo saat memukul gong sebagai tanda resminya Pencanangan Pilkades di OKUS.

MUARADUA. PE – Pontensi konflik dan gganguan keamanan dalam konstestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 97 desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, patut diwaspadai. Sehingga, harus ada langkah antisipasi meredamnya.

Demikian dijelaskan Bupati OKU Selatan, Popo Ali Martopo B. Commerse. Popo berharap kontestasi Pilkades nanti berjalan aman dan sukses. Walau demikian dinilainya perlu dilakukan langkah sosialisasi sedini mungkin, demi mengantisipasi semua hal bisa mengganggu Pilkades.

Kata Popo Ali, dari 97 desa akan melaksanakan Pilkades nanti perlu diwaspadai berbagai potensi bisa terjadi, salah satunya potensi mengarah konflik.

“Mendekati Pilkades suasana politik di desa ada sudah mulai panas, ada masih adem ayem, dan perlu kita waspadai potensi-pontensi mengarah ke konflik,” ungkapnya, dihadapan Kepala Dinas, Kepala Badan Panitia, Kades, Camat dalam Pencanangan Pilkades di Aula Kantor Bupati, Senin (7/10).

Popo Ali berujar, selama ini berdasarkan pelaksanaan berbagai Pemilu sudah pernah dilaksanakan berjalan sukses dan tidak pernah ada sampai terjadi konflik.

“Maka, Pilkades tahun 2019 ini menjadi tugas kita semua mulai dari Pemerintah Daerah, Camat, Kades BPD dan Panitia, untuk dapat melaksanakan sebaik-baiknya agar berjalan dengan sukses,” tambahnya.

Terkait konflik khususnya mengarah ke pertikaian akibat dari kontestasi Pilkades sudah mengarah kearah anarkis, harus diantisipasi sedini mungkin.

“Jika sudah dilakukan langkah komunikasi tetapi tetap saja, saya kira perlu ada tindakan tegas dari aparat TNI dan Polri agar tidak sampai menjalar ke desa wilayah lain,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana SIK mengatakan, pihaknya akan memetakan terlebih dahulu desa-desa mana yang tergategori rawan terjadi konflik di Pilkades nanti.

“Kami dan TNI bersama-sama pemerintah daerah akan melakukan pemetaan wilayah masuk kategori memang rawan terjadi konflik, dalam pelaksanaan Pilkades serentak digelar 21 Nopember mendatang,” katanya.

Demi meminimalisir konflik terjadi antar pendukung, pihaknya akan membentuk Tim khusus TNI dan Polri yang melibatkan masyarakat dan pendukung Calon Kades.

“Pendukung Calon Kades nanti akan kami libatkan dalam tim yang kami bentuk untuk menyambut persiapan Pilkades, sehingga potensi konflik bersama-sama bisa kita antisipasi sedini mungkin,” tandasnya. DRE

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here