Home Headline News Prasasti Ulu Tanduk Kerbau Diduga Berumur Ratusan Tahun Ditemukan di Lahat

Prasasti Ulu Tanduk Kerbau Diduga Berumur Ratusan Tahun Ditemukan di Lahat

0
Peneliti Muda dari Balar Provinsi Sumsel, Wahyu Rizky Andhifani (pegang tanduk) saat melakukan penelitian dan pendataan terhadap sebuah prasasti ulu tanduk kerbau di Dusun II Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat, Lahat, pekan lalu. Foto: Wahyu Rizky Andhifani/Ist

LAHAT.PE – Peneliti Muda dari Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Wahyu Rizky Andhifani pekan lalu berhasil melakukan penelitian dan pendataan terhadap sebuah prasasti ulu tanduk kerbau, di Dusun II Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Prasasti ulu tanduk kerbau ini didimpan oleh keluarga almarhum Bapak Suhaimi, Ibu Yana, yang kini berusia 66 tahun.

“Sekitar enam bulan yang lalu ada pemuda datang ke Balar Sumsel bernama Rahmat, yang melaporkan bahwa di rumah neneknya itu ada tinggalan Naskah Ulu, pekan lalu kita kesana,” kata Wahyu, Rabu (11/3).

Menurutnya, prasasti ulu tanduk kerbau memiliki ukuran untuk panjangnya 48 cm, lebar ujung (lancipnya) 1,3 cm, lebar ujung (pangkalnya) sekitar 14,2 cm.

“Umurnya prasasti ulu tanduk kerbau diperkirakan sekitar 100 tahun hingga 200 tahun atau awal-awal masa Islam, dengan menggunakan huruf ulu yang diduga mengisahkan soal Raja Demung Ricang di Lahat. Itu memang ada cerita soal itu di daerah Merapi Barat, Lahat,” katanya.

Dari hasil penelitiannya, kondisi prasasti ulu tanduk kerbau tersebut terlihat agak aus, karena banyak terkikis dan tulisannya tipis. Apalagi, menurutnya, prasasti ulu tanduk kerbau tidak akan dijual pemiliknya, namun rencananya tetap akan dijadikan pusaka desa setempat.

“Pesanku kali aja ada pemilik-pemilik naskah atau prasasti ulu yang lain yang mau terbuka kepada kita, kita tidak niat untuk membeli atau mengambil, kita hanya membaca, “ katanya.

Selain itu, pihaknya hanya melakukan pendataan benda bersejarah tersebut.
Dia yakin masih banyak benda-benda seperti ini dipegang oleh masyarakat, karena selama ini pemilik barang tersebut takut barang tersebut diambil pemerintah. “Kita hanya membaca dan memetakan persebaran aksara ulu Sumatera Selatan. Kita akan menghidupkan lagi aksara di masyarakat, melalui muatan lokal di sekolah-sekolah,” katanya. DUD

Baca Juga  19 Warga Lahat Berstatus ODP Covid-19
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here