Home Pendidikan Prodi Politik Islam Kaji Pembentukan Republik Islam Iran

Prodi Politik Islam Kaji Pembentukan Republik Islam Iran

0
Suasana seminar nasional bertajuk Ukhuwah Islamiyah dan Pembentukan Sistem Republik Islam, hasil kerjasama dengan Prodi Politik Islam dengan Konsuler Kebudayaan Iran di Aula Fakultas Adab dan Humaniora, Selasa (4/1). Foto Alhadi Farid Palpres

PALEMBANG, PE – Civitas akademik Program Studi (Prodi) Politik Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menyelenggarakan Seminar Nasional Ukhuwah Islamiyah dan Pembentukan Sistem Republik Islam di Aula Fakultas Adab dan Humaniora, Selasa (4/1).

Ketua Prodi Politik Islam, Otoman M.Hum mengatakan, seminar nasional ini dilakukan sebagai implementasi dari kerjasama Fakultas Adab dan Humaniora dengan Iran Corner. Dalam seminar ini, pihaknya memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam menginterprestasikan ilmu secara ilmiah dengan melihat kilas balik Negara Iran hingga terbentuk sebagai negara republik.

“Jika dilihat dari sejarah, terbentuknya Republik Islam Iran dirancang melalui pondasi Ukhuwah Islamiyah sehingga terbentuk peradaban Persia. Ukhuwah Islamiyah sendiri berpengaruh terhadap semua lini baik politik hingga sosial,” jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, seminar nasional ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Program Studi (Prodi) Politik Islam dengan Konsuler Kebudayaan Iran. Tema ini dinilai cocok untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa terutama Prodi Politik Islam untuk melihat sistem negara dengan mengkolaborasikan value (nilai, red) Islam dengan teori modern.

“Mahasiswa yang ikut dalam seminar ini berasal dari Prodi Islam dari angkatan 2017 hingga 2019, selain itu juga diikuti oleh Dema dari seluruh fakultas di UIN Rafah. Total peserta yang ikut sekitar 200 orang, seminar ini menghadirkan Pengamat Geo Politik Timur Tengah dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Dr. Dina Sulaiman,” sebut dia.

Sementara itu, Wakil Dekan 1 Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Endang Rochmiatun menjelaskan, perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap wanita sudah sepatutnya dilindungi oleh negara. Hal ini pula yang dilakukan oleh Republik Islam Negara, negara yang disebut Persia ini melindungi hak wanita yang dialur dalam regulasi.

Dia menjelaskan, pemerintah Iran sangat menghargai kedudukan wanita. Kaum yang dianggap lemah tersebut justru menjadi salah satu kekuatan bagi kemajuan ekonomi dengan melibatkan wanita dalam sebuah pekerjaan.

“Justru disiapkan jabatan wakil presiden bidang wanita dan keluarga untuk perempuan di Iran. Hal ini membuktikan jika perempuan di Iran memperoleh kedudukan pekerjaan dan pendidikan yang sama dengan laki-laki. Istimewanya lagi, hak wanita juga dilindungi undang-undang,” jelas dia.

Oleh sebab itulah, sambung dia, perempuan yang dianggap sebagai kaum yang termarjinalkan tidak terlihat di negara yang ada di timur tengah tersebut. Sehingga, dilihat dari kajian historis, negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam sudah sepatutnya untuk belajar dengan Iran dalam konteks menghargapi kedudukan wanita.

“Faktanya Republik Islam Iran saat lahir sangat menghargai perempuan yang diatur dalam konstitusi,” katanya. DVI

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here