Home Palembang PSR Tingkatkan Produktivitas Sawit Hingga 4 Kali Lipat

PSR Tingkatkan Produktivitas Sawit Hingga 4 Kali Lipat

0
Bupati Muba DR H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA saat melakukan paparan dalam seminar Andalas Forum II di Hotel Harper, Palembang, Kamis (13/2).

PALEMBANG.PE- Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Musi Banyuasin menunjukkan hasil menggembirakan. Produksi sawit meningkat hingga empat kali lipat.

Bupati Musi Banyuasin DR H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan, kalau sebelumnya produksi crude palm oil (CPO) dua ton per hektar per tahun. Setelah dilakukan peremajaan dengan bibit dan pemeliharaan yang baik, produksi meningkat jadi empat kali lipat dalam dua tahun.

“Dalam dua tahun sudah tumbuh dan bisa dipanen dengan produksi 8 ton CPO per hektar per tahun. Jadi ada peningkatan tiga sampai empat kali lipat. Tentu ini menambah penghasilan petani sawit di Musi Banyuasin,” ujarnya usai jadi pembicara dalam seminar Andalas Forum II di Hotel Harper, Palembang, Kamis (13/2).

Dikatakan dia, program PSR itu hanya dilakukan di kebun-kebun rakyat, bukan milik perusahaan perkebunan. “Sudah 12 ribu hektar yang disetujui untuk ditanam. Dan 4.400 hektar yang akan dipanen tahun ini merupakan milik petani. Jadi peremajaan ini adalah yang pertama di Indonesia dan jadi percontohan bagi daerah lain. Alhamdulillah berjalan dengan baik,” tukasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kebun kelapa sawit di Muba mengedepankan konsep berkelanjutan atau lestari. Sama sekali tidak merusak alam seperti yang dituduhkan oleh Uni Eropa atau pun negara-negara yang hendak melancarkan perang dagang dengan Indonesia.

“Kita meremajakan pohon-pohon kelapa sawit dengan tidak membakar. Lalu tidak merusak hutan. Tidak mempekerjakan anak di bawah umur. Dan memperhatikan konsep landscape yang berkelanjutan,” tukasnya.

Ini yang harus disampaikan ke dunia internasional. Bahwa apa yang dituduhkan Uni Eropa dan negara-negara lainnya tentang pembukaan kebun sawit merusak hutan sama sekali tidak benar.

“Di Muba contohnya ada. PSR dilakukan dengan konsep sustainable atau lestari,” ucapnya.

Baca Juga  Perkuat Sinergi Bangun Daerah, Dukung Pelaksanaan Training ESQ

Dalam paparannya, Dodi mengatakan, program PSR di Muba telah berjalan sejak 2017. Saat itu replanting dilakukan di atas lahan seluas 4.486 hektar kebun milik petani. Ketika itu ditanam perdana oleh Presiden Joko Widodo.

“Waktu itu dengan Presiden dan Menko Perekonomian (ketika itu Darmin Nasution), kami menanam dengan bibit yang bagus di Muba,” tukasnya.

Dari total areal kebun sawit seluas 400.000 hektar lebih, sebanyak 155.400 hektar merupakan kebun rakyat (small holders). Selebihnya milik perusahaan. Target peremajaan adalah kebun sawit rakyat, yang sudah tidak produktif.

Namun, banyak permasalahan yang dialami kebun sawit milik rakyat. Di antaranya belum ada database, legalitas lahan yang tidak pasti, penggunaan benih palsu. Lalu umur tanaman yang relatif muda, belum memiliki kemitraan, akses modal yang lemah, dan produktivitas yang rendah.

“Kami lantas melakukan beberapa upaya dengan memperbaiki tata kelola sawit. Pertama, membentuk basis data, registrasi, dan zonasi perkebunan secara berkelanjutan. Membentuk penguatan kelembagaan multipihak. Intensifikasi produktivitas petani. Salah satunya dengan program replanting. Serta diversifikasi produk sawit, dan kemitraan jangka panjang,” terangnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here