Home Nasional Rumah Zakat Menuju World Digital Philanthropy

Rumah Zakat Menuju World Digital Philanthropy

0
Chief Of Thechnology and Program officer Rumah Zakat, Heri Hermawan saat mendapat penghargaan dalam World Zakat Forum 2019 yang mengangkat tema mengenai 'Optimizing Global Zakat Role Trough Digital Technology'.

Sampaikan Inovasi Digital yang Sudah Dibangun di World Zakat Forum 2019

BANDUNG.PE- Chief Of Thechnology and Program officer Rumah Zakat, Heri Hermawan menjadi salah satu pembicara dalam World Zakat Forum 2019 yang mengangkat tema mengenai ‘Optimizing Global Zakat Role Trough Digital Technology’.

Konferensi internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 yang dilaksanakan pada Selasa (5/11) hingga Kamis (7/11) di Crown Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat, dihadiri oleh 30 Negera.

Dalam paparannya Heri menyampaikan upaya Rumah Zakat untuk menjadi World Digital Philanthropy. “Market pasar saat ini sudah berubah, oleh karena itu kita juga harus ikut berubah dalam meresponnya” ujarnya).

Ia juga menyampaikan alasan mengapa teknologi digital perlu diperhatikan oleh filantropi. Pertama sudah banyak orang yang melek digital, dan pengguna intenet kian meninggkat kedua potensi zakat di Indonesia bisa di tingkatkan dengan menggunakan teknologi digital saat ini

Saat ini, menurut dia, Rumah Zakat telah memiliki 4 inovasi digital diantaranya: Web Donasi Online yang memberikan kemudahan berdonasi kepada masyarakat tanpa harus konfirmasi, kedua Sharinghappiness.org yang merupakan platform penggalangan dana yang bisa menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan, Infak ID yang merupakan Platform kemudahan berinfak dengan mengunakan teknologi terbaru, serta Lelang Bintang yang merupakan platform lelang barang milik publik figure untuk tujuan sosial.

Di akhir paparannya, Heri Chief Of Thechnology and Program officer Rumah Zakat juga menyampaikan rekomendasi dalam forum tersebut. Ada 4 rekomendasi yang disampaikan yaitu Regulation, Capacity, Digital Infrastucture, dan Colaboration.

“Regulation atau regulasi yaitu mendorong semua negara untuk membuat regulasi yang menunjang pertumbuhan zakat. Capacity atau kapasitas yaitu institusi zakat harus merespon terhadap digitalisai dengan menyesuaikan dengan kapasitas,’’ ujarnya.

Baca Juga  SMA IT Bina Ilmi Launching Gerakan Guru dan Siswa Berinfak bersama Rumah Zakat

Lalu, digital infrastructure atau infrastruktur digital dengan membangun infrastruktur digital yang kuat sehingga menciptakan manajemen yang efisien, transparat dan mempercepat pertumbuhan zakat, dan yang terkahir adalah Collaboration atau kolaborasi dengan menjalin kerjasama secara global.

“Dengan rekomendasi ini, kami berharap bisa ikut mendorong pertumbuhan zakat tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia” ujarnya. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here